Senin, 14 Juni 2021

Pantang Ngasal, Ini 7 Bagian yang Harus Diperhatikan Sebelum Menderek Mobil

Pantang asal tarik, ini bagian-bagian mobil yang wajib diperhatikan.

Cesar Uji Tawakal
cloud_download Baca offline
Ilustrasi mobil mogok. (videoblocks.com)
Ilustrasi mobil mogok. (videoblocks.com)

Mobimoto.com - Mogoknya mobil lazimnya adalah situasi yang tidak diinginkan kebanyakan pengguna kendaraan.

Namun jika sedang sial tentu pengguna mobil wajib punya siasat untuk mengatasinya.

Salah satu solusinya adalah dengan menghubungi jasa derek mobil. Tapi, jika Anda bisa meminta bantuan pada kendaraan lain, kenapa tidak?

Dari situs resmi Suzuki Indonesia, ada 7 hal yang harus diperhatikan sebelum membantu menderek mobil orang lain, apa itu?

1. Siapkan Tali Penarik

Ilustrasi Tali Penarik. (walmart)
Ilustrasi Tali Penarik. (walmart)

Pastikan tali penarik yang digunakan kuat dan memang sesuai dengan peruntukannya menderek mobil.

Jika kebetulan Anda hendak beli tali penarik, coba cari tali dari bahan baja atau tambang.

2. Perhitungkan Bobot Mobil

Perhatikan Bobot Mobilnya Sob. (consumerreports)
Perhatikan Bobot Mobilnya. (consumerreports)

Sebisa mungkin mobil yang diderek tidak lebih berat dari mobil penarik. Supaya proses menderek hingga ke bengkel terdekat jadi lebih mudah.

3. Kaitkan Tali Penarik di Tempat yang Tepat

Kaitkan Tali Penarik Pada Tempatnya. (youtube)
Kaitkan Tali Penarik Pada Tempatnya. (youtube)

Beberapa mobil ada yang sudah disediakan kait di bumper depan dan bumper belakang.

Tapi jika tidak ada kait yang disediakan pabrikan, coba baca lagi buku manual kendaraan, agar lebih tahu anatomi mobilnya.

Jangan sembarangan mengaitkan tali penarik di bumper atau suspensi, lantaran bisa jadi tidak akan kuat menahan bobot mobilnya.

4. Perhatikan Panjang Tali Penarik

Tali Penariknya Jangan Terlalu Panjang Sob. (ratchetstrapsmanufacturer)
Tali penarik. (ratchetstrapsmanufacturer)

Panjang pendeknya tali penarik itu berpengaruh pada keselamatan mobil dan juga pengemudinya.

Ukuran yang disarankan adalah empat meter atau kurang lebih sama panjangya dengan panjang mobil yang akan diderek.

Kenapa? Supaya mobil mudah dikendalikan saat mengerem dan berbelok.

5. Tidak Usah Ngebut

Tidak Usah Ngebut. (pexels)
Tidak Usah Ngebut. (pexels)

Setelah memastikan tali terpasang dengan pas pada tempatnya dan tidak kendur, itu artinya mobil siap untuk diderek.

Tapi ingat, untuk mobil penderek, tidak usah melaju terlalu cepat.

Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kemungkinan hentakan yang bisa menyebabkan tali penarik putus.

Batas kecepatan maksimal yang disarankan adalah 30 hingga 40 kilometer per jam.

6. Pahami Rute

Pahami Rute yang Akan Dilalui. (pexels/Lorenzo Cafaro)
Pahami Rute yang Akan Dilalui. (pexels/Lorenzo Cafaro)

Sebelum melakukan penderekkan, diskusikan terlebih dahulu dengan si penderek rute mana yang akan ditempuh.

Supaya kedua pengemudi sama-sama bisa mengantisipasi rute yang berlubang, tanjakkan, turunan hingga persimpangan.

7. Nyalakan Lampu

Nyalakan Lampu Utama Dibantu dengan Lampu Hazard. (pexels/Aidan Jarret)
Nyalakan Lampu Utama Dibantu dengan Lampu Hazard. (pexels/Aidan Jarret)

Jangan lupa untuk tetap menyalakan lampu utama, supaya pengguna jalan lain juga tahu kondisi mobil yang mogok.

Karena ini adalah kondisi darurat, lampu hazard bisa digunakan. Tapi jangan lupa untuk tetap menggunakan lampu isyarat atau lampu sein ketika hendak berbelok.

Terkait

Terkini