Kamis, 24 September 2020

Mobil Sudah Balancing Masih Bergetar saat Direm, Mungkin ini Sebabnya

Apakah mobilmu punya gejala serupa? Bisa jadi ini penyebabnya.

Angga Roni Priambodo
cloud_download Baca offline
Ilustrasi rem mobil berdecit. (wheels.com)
Ilustrasi rem mobil berdecit. (wheels.com)

Mobimoto.com - Balancing dan spooring menjadi salah satu perawatan yang perlu dilakukan agar mobil tetap nyaman saat dikendarai. Perawatan ini biasanya mampu meredam getaran yang dihasilkan akibat putaran roda.

Akan tetapi, setelah dilakukan balancing dan spooring, getaran bisa tetap terasa khususnya pada bagian kemudi saat kita melakukan pengereman.

Apakah penyebabnya?

Menurut Suwarno, Technical dan Training Staf Emergency Roadside Assistance (ERA) AstraWorld, bergetarnya steering wheel kemungkinan besar justru terjadi karena sistem rem. Bukan tidak berfungsinya balancing. Masalah sistem rem di antaranya adalah piringan (teromol) rem yang tidak rata. Kejadian paling sering adalah piringan rem ban depan.

Anatomi kendaraan roda empat alias mobil [Shutterstock].
Anatomi kendaraan roda empat alias mobil [Shutterstock].

"Untuk mengatasinya, akan lebih baik jika piringan rem itu diganti baru. Memang, ada sebagian orang yang berusaha mengatasinya dengan cara membubut komponen itu," imbuh Suwarno.

Efek balancing dan spooring memang bertujuan untuk menghilangkan getaran yang timbul pada saat kendaraan melaju. Semakin tinggi kecepatan, getaran akan diproduksi semakin kuat. Namun, sumber getaran bisa berasal dari sistem rem.

Selain kondisi piringan rem, bearing (laher) roda depan yang mengalami keausan juga bisa menyebabkan getaran pada setir atau kemudi. Namun getaran ini tidak hanya muncul pada saat dilakukan pengereman saja. Getaran terasa pada saat kecepatan tinggi dan permukaan jalan tidak rata. Untuk mengatasi masalah seperti ini, solusinya adalah dengan mengganti komponen tadi.

"Disarankan, balancing dan spooring dilakukan setiap 10.000 km. Untuk sistem rem sendiri, lakukan pemeriksaan setiap 10.000 km juga. Dan apabila terjadi penggantian kanvas rem, gunakanlah kanvas rem yang orisinal. Sementara laher, lakukan penggantian grease (gemuk) setiap 20.000 km," tutup Suwarno.

Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan.

Terkait

Terkini