Rabu, 28 Oktober 2020

Pedal Kopling Mobil Terasa Berat, Mungkin 4 Faktor ini Penyebabnya

Gimana keadaan pedal kopling mobilmu?

Angga Roni Priambodo
cloud_download Baca offline
Ilustrasi kopling mobil. (Pixabay)
Ilustrasi kopling mobil. (Pixabay)

Mobimoto.com - Bagi pengguna mobil dengan transmisi manual, mungkin pernah merasakan pedal kopling yang terasa berat. Hal ini tentunya bisa mengganggu konsentrasi mengemudi.

Kondisi pedal kopling yang berat ditimbulkan oleh beberapa sebab. Akan tetapi paling banyak ditemui karena kurangnya perawatan dan perilaku mengemudi yang salah dalam memperlakukan kopling.

Ilustrasi mengemudi. (Unsplash/Why Kei)
Ilustrasi mengemudi. Agar fokus, pegas kopling juga perlu disiapkan agar nyaman [Unsplash].

Seperti dilansir dari laman mobil88, ada beberapa hal yang mempengaruhi beratnya injakan kopling. Di antaranya yaitu:

  1. Pertama, biasanya disebabkan oleh cover clutch yang sudah usang, sehingga per penekan pelat kopling sudah "mati" atau tidak ngeper lagi alias tidak ada daya pegas mengembalikan tekanan yang diberikan oleh alas kaki pengemudi.
  2. Kedua, release bearing dan pilot bearing yang sudah rusak. Kondisi ini dipastikan menimbulkan ketidaknyamanan salah satunya berat ketika diinjak. Selain itu, jika dari hari ke hari terasa makin keras, bisa jadi kampas kopling mulai haus.
  3. Ketiga, tidak benar dalam menggunakan kopling. Misalnya, menginjak dan melepas kopling secara kasar. Bila sering dilakukan, pelat atau piringan kopling terhadap roda gila akan terasa lebih keras dan mempercepat keausan sistem kopling.
  4. Terakhir, keringnya pelumasan pada komponen kopling seperti release bearing atau dudukan luncur release bearing dan per cover clutch.

Beberapa kondisi tadi, adalah hal-hal berat bisa dapat membuat pelat kopling menjadi terasa berat. Ada beberapa solusi yang dapat dilakukan.

Pemilik mobil disarankan mengganti satu set kopling. Biayanya memang cukup mahal, namun gejala keras dipastikan hilang.

Akan tetapi, jika penyebabnya adalah kurangnya pelumasan, bisa coba menyemprotkan anti karat pada dudukan luncur melalui karet boot pada fork kopling.

Dan untuk mengantisipasi terjadinya masalah pada kopling, disarankan untuk selalu menggunakan gigi satu saat start. Serta menetralkan tuas transmisi jika berhenti.

Tidak hanya itu, hal lain yang perlu dihindari adalah tidak melakukan setengah kopling saat menanjak dan tidak meletakkan kaki di atas pedal kopling sepanjang mengemudi.

Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan.

Terkait

Terkini