Sabtu, 31 Oktober 2020

Kencang Salah, Kendor Salah, Ini Risiko dari Salah Setel Rantai

Sederet risiko harus ditanggung pemotor jika salah setel rantai.

Angga Roni Priambodo | Cesar Uji Tawakal
cloud_download Baca offline
Ilustrasi rantai motor. (http://motortrail.gazgas.com)
Ilustrasi rantai motor. (http://motortrail.gazgas.com)

Mobimoto.com - Bagi pengendara sepeda motor non matik, tentu sudah tak asing lagi dengan istilah rantai kendor.

Salah satu risiko dari penggunaan rantai pada motor adalah perlunya perawatan secara berkala.

Hal ini disebabkan pada rentang waktu tertentu, rantai pada motor sudah pasti bakal menjadi kendor.

Efek yang ditumbulkan pun bisa beragam, mulai dari rantai berisik ataupun tenaga motor menjadi kurang maksimal.

Namun untuk menyetel rantai juga tak bisa dilakukan sembarangan. Dikutip dari beberapa sumber, rantai motor yang terlalu kencang justru membuatnya tak awet.

Ilustrasi rantai motor. (http://motortrail.gazgas.com)
Ilustrasi rantai motor. (http://motortrail.gazgas.com)

Rantai rentan putus karena tekanan tinggi, gir motor cepat aus serta timbul suara 'tak sedap' yang cukup menjengkelkan.

Selain itu, menyetel rantai secara longgar juga tak kalah berisiko. Sama seperti pada rantai yang terlalu kencang, rantai longgar juga menimbulkan suara berisik.

Selain itu, rantai rentan lepas, sehingga justru malah membahayakan. apalagi jika rantai tersangkut para roda sehingga motor berhenti secara mendadak.

Pengendara motor pun sangat mungkin untuk terjatuh akibat rantai motor lepas.

Beruntung, pada beberapa motor telah terpasang gir khusus yang bisa mengamankan rantai agar tak tersangkut ke bagian vital.

Terkait

Terkini