Jum'at, 13 Desember 2019

Solusi Macet Jakarta, Ini Inovasi Anies Baswedan

Macet di DKI Jakarta memang sudah melegenda.

Angga Roni Priambodo
Anies Baswedan. (dokumen suara.com)
Anies Baswedan. (dokumen suara.com)

Mobimoto.com - Kemacetan di DKI Jakarta sudah berlangsung selama bertahun-tahun lamanya. Penyebabnya tentu saja pertumbuhan kendaraan bermotor yang tak diimbangi pertumbuhan ruas jalan yang ada. Untuk mengatasinya, beberapa solusi yang telah dilakukan antara lain adalah penetapan ganjil genap, separator busway TransJakarta, dan beberapa cara lainnya

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan saat ini mendapatkan tugas dari Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk merancang pembangunan transportasi di Jakarta. Untuk itu, ia telah menyiapkan beberapa rencana untuk mewujudkannya.

Anies mengatakan, untuk menciptakan transportasi yang terintegrasi di Ibu Kota dibutuhkan pembangunan secara masif di Jakarta. Salah satunya, menurutnya adalah penambahan armada bus TransJakarta.

"Kalau Jakarta ini ingin menjadi kuat, Ibu Kota yang efisien, maka diperlukan TransJakarta yang bisa menjangkau 2.149 km. Hari ini kami baru 1.100 km, artinya armadanya harus ditambah," jelas Anies Baswedan saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (28/1/2019).

Tak hanya itu, Light Rapid Transit (LRT) pun semestinya harus ditambah panjang lintasannya, dari yang panjang awal hanya 5,8 km menjadi 130 km. Sementara, untuk Mass Rapid Transit (MRT) dibutuhkan penambahan lintasan dari panjang awal 16 km harus ditambah menjadi 112 km.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Suara,com/Chyntia Sami Bhayangkara)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Suara.com/Chyntia Sami Bhayangkara)

Lebih lanjut, ia mengatakan kalau angkutan mikro juga harus ditambah jumlahnya menjadi 20.000 unit untuk bisa menjangkau seluruh pelosok Jakarta. Hal ini ditunjang dengan pengolahan limbah menjangkau 50 persen wilayah dan pelayanan air bersih mencapai 100 persen.

"Jadi ini saya sampaikan pekerjaan rumahnya termasuk proyeksi kebutuhannya," imbuh penerus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tersebut.

Untuk jaringan kereta dalam kota akan ditambah jalurnya dan dibuat ke atas agar tidak mengganggu lalu lintas. Sebab, jalur kereta yang ada saat ini merupakan jalur peninggalan Belanda dan belum ada penambahan.

"Stasiun Manggarai akan jadi tempat transit untuk kereta api antarkota. Di dalam kota berputar terus. Jadi dari luar masuknya ke Manggarai, dalam kota akan berputar secara terus-menerus," pungkas Anies Baswedan.

Suara.com/Chyntia Sami Bhayangkara

Terkait

Terkini