Sabtu, 15 Mei 2021

Catat, Ini Perhitungan Mengerem yang Tepat Untuk Pemotor

Yuk, berkendara dengan lebih baik lagi, Sob.

Angga Roni Priambodo | Praba Mustika
cloud_download Baca offline
Ilustrasi Rem Motor/pixabay.com
Ilustrasi Rem Motor/pixabay.com

Mobimoto.com - Mengendarai sepeda motor, nggak cuma sekadar ngegas dan bermanuver aja, Sob. Mengerem juga jadi bagian penting, karena dengan perhitungan mengerem yang tepat, secara langsung kamu juga menjadi pelopor keselamatan berkendara.

Tapi apakah kamu pernah memperhitungkan waktu yang tepat saat mengendarai sepeda motor? Yuk, bareng MobiMoto.com, kita cari tahu.

Dilansir dari Motorcyclist, sebetulnya ada dua komponen waktu reaksi: persepsi waktu dan waktu aktivasi. Lebih jelasnya, persepsi waktu adalah waktu di mana kita mengetahui apa yang terjadi dan menentukan tindakan apa yang akan diambil.

Lalu waktu aktivasi merupakan saat di mana kita benar-benar bereaksi dengan tindakan yang sudah kita bayangkan sebelumnya.

Teknik Pengereman pada Sepeda Motor/pixabay.com
Teknik Pengereman pada Sepeda Motor. (pixabay)

Sebagai contoh, bayangkan kamu sedang berkendara dengan kecepatan 65 kilometer per jam, atau sekitar 17 meter per detik. Umumnya, pemotor yang fokus dalam berkendara akan berpikir cepat untuk mengerem. Atau dalam perhitungan yang lebih detil lagi, pemotor akan melakukan pengereman dengan jarak sekitar 15 sampai 20 meter.

Sebetulnya bobot motor, kecepatan dan traksi, memengaruhi dalam membuat motor benar-benar berhenti dengan sempurna. Belum lagi kemahiran berkendara dan teknologi pada sepeda motor, seperti ABS (Anti-Lock Braking System).

Padahal, jika kamu berkendara dengan kecepatan 65 kilometer per jam, kamu setidaknya membutuhkan jarak 60 meter untuk berhenti. Itu juga masih dipengaruhi dengan kondisi jalan, kondisi motor, ruang di sisi kanan dan kiri, hingga tingkat kewaspadaan kamu, lho.

Nah, salah satu cara terbaik untuk mengurangi jarak pengereman adalah dengan melambatkan kendaraan terlebih dahulu, sebelum menarik tuas rem. Asumsikan kamu mengurangi kecepatan dari 65 kilometer per jam, menjadi 50 kilometer per jam. Tentu kamu butuh jarak pengereman yang lebih sedikit lagi, kan.

Makannya, fokus dan tingkat kewaspadaan saat mengendarai sepeda motor itu penting banget supaya kamu benar-benar bisa memperhitungan jarak pengereman yang tepat.

Terkait

Terkini