Kamis, 09 Juli 2020

Bisa Bikin Pendengaran Rusak, Ini Krusialnya Memilih Helm Senyap

Helm yang meredam suara tentu akan membuat sensasi berkendara semakin yahud.

Irwan Febri Rialdi | Cesar Uji Tawakal
cloud_download Baca offline
Ilustrasi helm. (Youtube/Dainese)
Ilustrasi helm. (Youtube/Dainese)

Mobimoto.com - Bisingnya suara yang masuk ke telinga pengendara motor rupanya berpotensi menimbulkan masalah. Kebisingan tersebut ditimbulkan oleh kecepatan angin dan suara mesin. Bentuk helm juga punya andil besar dalam kebisingan yang didengar oleh tiap pemotor.

Dilansir dari Rideapart, riset yang dilakukan oleh CDC (Ceters of Disease Control Prevention), rata-rata pengendara motor terpapar kebisingan suara hingga 95 desibel (dB). Jika kebisingan tersebut didengar secara terus menerus lebih dari 50 menit, akan ada potensi pengendara akan mengalami kerusakan pendengaran permanen

Menurut studi majalah motor asal Belanda, Promotor pada 2018, kebanyakan helm kurang efektif untuk mengurangi kebisingan.

Helm canggih besutan Quin Design (Rideapart)
Ilustrasi helm. (Rideapart)

Studi tersebut dilakukan dengan memilih 10 helm tertentu yang diuji dalam kecepatan 50km/jam, 100km/jam dan 150 km/jam.

Ternyata dengan catatan terbaik hanya mereduksi kebisingan hingga 85 dB pada 50km/jam, serta 100 dB pada 100 km/jam. Rata-rata seluruh helm yang diuji membuat suara menjadi 88 dB pada 100km/jam.

Pelindung dagu pada helm full face rupanya tak cuma berfungsi sebagai pemecah angin, tetapi juga mengurangi angin yang masuk ke dalam helm sehingga kebisingan dapat tereduksi.

Tak cuma itu, helm yang memiliki karet landasan kaca helm juga punya andil besar dalam meredam suara. Lalu ventilasi helm juga berpengaruh. Ventilasi helm dengan desain yang memnuat udara terperangkap juga bakal meningkatkan kebisisngan.

Terkait

Terkini