Selasa, 29 September 2020

Bukan APD, Tenaga Medis Ini Gunakan Helm dan Jas Hujan Obati Pasien Corona

Memang aman yak kalau bermodal hel full face dan jas hujan tangani pasien Corona?

Angga Roni Priambodo | Gagah Radhitya Widiaseno
cloud_download Baca offline
Ilustrasi Virus Corona. [Shutterstock]
Ilustrasi Virus Corona. [Shutterstock]

Mobimoto.com - Wabah virus Corona atau COVID-19 membuat sejumlah negara harus bergerak cepat dalam menangani pasiennya. Sejumlah alat pelindung diri (APD) dan masker disiapkan pemerintah masing-masing negara untuk para tenaga medis dalam menangani pasien terdampak virus Corona ini.

Semakin banyak yang memburu, stok APD dan masker pun menipis. Hal ini membuat sejumlah tenaga medis kebingungan untuk bisa menangani pasien Corona.

Para tenaga medis langsung putar otak agar mereka bisa terus mengobati para pasien Corona. Bahkan ada dari mereka yang menggunakan helm dan jas hujan sebagai pengganti APD serta masker untuk tangani pasien Corona.

Seperti yang dilakukan para tenaga medis di India. Pemerintah India mengatakan, sedang berusaha mendapatkan APD dan masker dalam jumlah besar dari dalam negeri juga Korea Selatan dan China untuk memenuhi kekurangan tersebut.

Dokter bermodal jas hujan untuk menangani pasien Corona (Twitter-Indranil_Khan)
Dokter bermodal jas hujan untuk menangani pasien Corona (Twitter-Indranil_Khan)

Para dokter yang berjuang melawan wabah, mengatakan kepada Reuters, mereka khawatir, tanpa peralatan yang tepat bisa jadi pembawa penyakit.

Di Uttar Pradesh, negara bagian terpadat di India, sekitar 4.700 supir ambulans yang sebagian besar melayani rumah sakit pemerintah melakukan aksi mogok pada Selasa (31/3), menuntut alat pelindung diri dan asuransi kesehatan yang tepat.

"Kami tidak akan mempertaruhkan hidup kami kecuali permintaan kami dipenuhi," tegas Hanuman Pandey, Presiden Asosiasi Pekerja Ambulans, kepada Reuters.

Di Kota Kolkata, dokter junior di fasilitas perawatan utama virus corona, Beliaghata Infectious Disease Hospital, menggunakan jas hujan plastik saat memeriksa pasien minggu lalu, menurut dua dokter di rumah sakit itu dan foto-foto yang Reuters lihat.

"Kami tidak akan bekerja dengan mengorbankan nyawa kami," ujar salah satu dokter, yang menolak disebutkan namanya karena ia takut pembalasan dari pihak berwenang.

Potret doktor menggunakan jas hujan yang sudah sobek tangani pasien Corona di Kalkota India (Reuters)
Potret doktor menggunakan jas hujan yang sudah sobek tangani pasien Corona di Kalkota India (Reuters)

Di Negara Bagian Haryana, Utara New Delhi, Dr.Sandeep Garg dari Rumah Sakit ESI, mengungkapkan, ia menggunakan helm sepeda motor karena tidak memiliki masker N95, yang menawarkan perlindungan signifikan terhadap partikel virus.

"Saya mengenakan helm, helm itu ada di depan sehingga menutupi wajah saya, menambahkan lapisan lain di atas masker bedah," ungkap Garg.

Nasib para dokter dalam pandemi virus corona telah menyoroti sistem kesehatan masyarakat yang bobrok dan terbebani, yang selama bertahun-tahun telah kekurangan dana dan perbaikan.

Menurut Reuters, Pemerintah India hanya membelanjakan 1,3 persen dari produk domestik bruto (PDB) untuk kesehatan masyarakat, termasuk yang terendah di dunia.

"Kami hidup dalam doa, bukan berarti kami bisa menyelamatkan diri dengan mengandalkan sistem kesehatan," kata seorang pejabat senior pemerintah di New Delhi, yang menolak disebutkan namanya karena kepekaan situasi.

Di rumah sakit yang pemerintah kelola di Kota Rohtak, Negara Bagian Haryana, beberapa dokter junior telah menolak untuk merawat pasien kecuali mereka memiliki peralatan keselamatan yang memadai.

Mereka juga membentuk dana Covid-19 informal, di mana setiap dokter menyumbangkan 1.000 rupee atau settara dengan Rp 220 ribuan untuk membeli masker dan penutup wajah lainnya.

Semoga hal ini tidak terjadi di Indonesia yak, dan berharap wabah pandemi Corona bisa segera teratasi.

Terkait

Terkini