Rabu, 08 April 2020

Dilema Ojol Dapat Penumpang Pasien Corona, Warganet Dibuat Heboh

Mending angkut atau tidak ya?

Rauhanda Riyantama | Cesar Uji Tawakal
cloud_download Baca offline
Viral ojol dapat penumpang penderita corona. (Facebook)
Viral ojol dapat penumpang penderita corona. (Facebook)

Mobimoto.com - Dengan maraknya masyarakat yang menetap di rumah membuat para pengendara ojol pantang pilah-pilih penumpang agar pemasukan tetap ada.

Namun lain halnya jika penumpangnya bikin resah, seperti yang satu ini. Viral di media sosial, unggahan tangkapan layar warganet yang mengaku mendapat penumpang penderita corona.

Tangkapan layar tersebut diunggah oleh warganet dengan akun bernama Sugeng di media sosial Facebook hari ini (25/3/2020).

"Angkut nggak ya mbah? Horor banget mbah." tulisnya dalam unggahan tersebut.

Viral ojol dapat penumpang penderita corona. (Facebook)
Viral ojol dapat penumpang penderita corona. (Facebook)

Dalam unggahan tangkapan layar tersebut, terlihat bahwa penumpang ini mengaku bahwa ojol tersebut dipesan untuk mengangkut penderita virus corona dan minta diantar ke Wisma Atlet yang notabene kini menjadi fasilitas penanganan wabah tersebut.

"Bawa pasien corona, jika tidak mau ambil langsung cancel aja terimakasih." ujar pemesan ojol tersebut.

Unggahan ini rupanya membuat warganet heboh lantaran pengangkutan pasien dengan ojol tentu punya risiko penularan yang tinggi. Warganet pun mengusulkan agar pesanan ini lebih baik ditolak saja.

"Prosedurnya bukan berangkat sendiri, tapi dijemput. Cancel aja mbah, cuan bisa dicari lain hari" tulis Dhani Yanuar Pratama.

"Jika bener pasien Corona ada prosedur nya Mbah, GK asal bawa hrus pakai Pakaian APD lengkap itupun nanti status kita jdi ODP dan hrus di cek Rapid Test" ujar Bakhtiar WP.

"cancel..km justru bs nularin ke banyak orang nanti terutama keluargamu.jgn ambil resiko" kata Vicky Muw Novan.

Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.

Terkait

Terkini