Senin, 02 Agustus 2021

Potret Ini Tunjukkan Risiko Jadi Pacar Anak Motor Kustom, Yakin Betah?

Modif boleh, tapi perhatikan keselamatan dan kenyamanan euy...

Rima Sekarani Imamun Nissa | Cesar Uji Tawakal
cloud_download Baca offline
Potret pemotor kustom ini bikin iba sama pembonceng. (Instagram/@jakarta.keras)
Potret pemotor kustom ini bikin iba sama pembonceng. (Instagram/@jakarta.keras)

Mobimoto.com - Dari waktu ke waktu, aliran modifikasi motor kustom selalu punya banyak peminat dari berbagai kalangan. Namun demi mempercantik tampilan motor, terkadang para pemilik kendaraan tanpa segan-segan mengabaikan faktor kenyamanan dan keselamatan.

Salah satunya dengan tak memasang spakbor belakang motor. Akibatnya pengendara motor yang melakukan hal ini harus menanggung risiko besar khususnya di musim hujan. Hal tersebut seperti yang ditunjukkan potret satu ini.

Sebuah akun Instagram bernama @jakarta.keras mengunggah potret sepasang kekasih yang terlihat asyik naik motor kustom. Potret tersebut diunggah kemarin (22/2/2020).

Walaupun sekilas tak ada masalah, rupanya potret tersebut justru mengundang reaksi negatif dari warganet.

Potret pemotor kustom ini bikin iba sama pembonceng. (Instagram/@jakarta.keras)
Potret pemotor kustom ini bikin iba sama pembonceng. (Instagram/@jakarta.keras)

Dalam potret tersebut, terlihat sang pembonceng yang terpaksa menggunakan tangannya untuk menghadang cipratan air yang ditimbulkan akibat absennya spakbor belakang motor.

Jika tak demikian, tentu punggung yang penuh noda bakal menjadi hal yang tak bisa dihindari.

Potret ini pun sontak menuai beragam sindiran sini dari kalangan warganet.

"Berasa mandi shower sambil naik motor tuh," ujar @luthvicandra.

"Pantes Milea minta putus," celetuk @hafizzakaria20, merujuk film dan novel yang sempat booming di tanah air yang berjudul Dilan.

Selain itu, pencopotan spakbor motor bisa melanggar hukum. Menurut Peraturan Pemerintah (PP) nomor 55 tahun 2012 pasal 6 ayat (1) setiap kendaraan bermotor harus memenuhi persyaratan teknis.

Persyaratan tersebut termasuk meliputi komponen pendukung di antaranya adalah spakbor.

Peraturan Pemerintah (PP) nomor 55 tahun 2012 pasal 40 juga menyatakan secara spesifik bahwa lebar spakbor minimal selebar telapak ban, dan spakbor tersebut mampu mengurangi percikan air dan lumpur ke kendaraan di belakangnya.

Jadi jika kondisi spakbor tidak sesuai aturan, siap-siap saja terkena tilang.

Terkait

Terkini