Minggu, 08 Desember 2019

Trauma Pasca Perang, Mantan Tentara Ini Mengkustom Motor sebagai Terapi

Motor kustom identik dengan metode terapi melukis?

Angga Roni Priambodo | Cesar Uji Tawakal
Ilustrasi moto kustom bernama, 'Belo Negoro'. (Dok. Kustomfest 2018)
Ilustrasi moto kustom bernama, 'Belo Negoro'. (Dok. Kustomfest 2018)

Mobimoto.com - PTSD (post-traumatic stress disorder) merupakan kondisi kejiwaan yang dipicu oleh kejadian tragis baik yang pernah dialami atau disaksikan.

Kondisi ini menyebabkan penderitanya tak bisa melupakan pengalaman traumatis tersebut, membuat dirinya merasa kesal, mimpi buruk bahkan bisa sulit tidur.

Terkait kondisi tersebut, seorang tentara bernama Paul Flower dikabarkan melakukan terapi terkait kondisi tersebut dengan sarana motor.

Dilansir dari Ride Apart, veteran perang Afghanistan ini menyibukkan diri dengan mengkustom motor.

Paul Flower hanya memfokuskan diri pada pengecatan. Terapi ini serupa dengan terapi menggambar yang kerap dilakukan oleh para pakar-pakar kejiwaan.

Modifikasi Ninja kustom. (silodrome.com)
Ilustrasi motor kustom. (silodrome.com)

 

Hanya saja yang menjadi sarana adalah komponen-komponen motor. Selain itu, ia sendiri merupakan seorang biker.

Sebelum terapi tersebut, sepulang dari dinas, ia seperti veteran perang lainnya, mulai banyak minum dan kebut-kebutan di jalan lantaran kondisi kejiwaan tersebut.

Akhirnya ia memutuskan untuk 'membangun' motor seperti yang ia gambarkan saat bertugas di Afgantistan.

Ia pun sempat 'melukis' di sebuah motor militer Kawasaki KLR 650 yang juga merupakan miliknya. Motor inipun ia modifikasi dengan warna cat ala motor-motor jaman perang dunia kedua.

"PTSD membuat anda banyak mengalami hari-hari gelap. Namun selalu ada cahaya, anda cuma harus menemukannya entah di mana." tutur Paul.

Terkait

Terkini