Jum'at, 13 Desember 2019

Modus Baru Penjambretan di Semarang, Pelakunya Pasutri Bawa Anak

Modus ini malah bikin si korban penjambretan dipukuli.

Angga Roni Priambodo | Praba Mustika
Ilustrasi pelaku kriminal. (pexels.com)
Ilustrasi pelaku kriminal. (pexels.com)

Mobimoto.com - Seorang warga Semarang menjadi korban penjambretan yang ironisnya, dilakukan oleh pasangan suami istri (pasutri) yang membawa serta anak kecil. Modusnya pun mengerikan, karena membuat si pelaku mudah kabur.

Lewat jejaring Facebook, warganet bernama Naoki mengunggah foto gambar tangkapan layar dari rekaman kamera CCTV di SPBU.

Pada keterangan foto, Naoki menuliskan "Inilah pelaku jambret tadi malam, yang berhasil membawa lari HP Saya. Seorang suami istri dan anak kecil di depan, pakai motor matik putih,"

"HP Sudah saya berhasil blokir. Tapi yang Saya nggak terima adalah kondisi suami yang luka-luka karena diteriaki maling oleh si pelaku dan ditendang sampai jatuh terjungkal." Katanya.

Pelaku Penjambretan di Semarang Terekam Kamera CCTV. (Facebook/Naoki)
Pelaku Penjambretan di Semarang Terekam Kamera CCTV. (Facebook/Naoki)

Sayangnya Naoki tidak menjelaskan lebih lanjut di mana lokasi SPBU tempat kejadian penjambretan tersebut.

Unggahan Naoki itu pun mendapat banyak respons dari warganet. Apalagi modus seperti ini terbilang cukup baru dan malah mengambinghitamkan si korban penjambretan.

"Modusnya bikin warga mengira si korban sebagai maling dengan berteriak. Mengingat warga Indonesia sukanya pukul dulu baru mikir kemudian," kata Raffi.

"Ini modus, anaknya sebagai drama biar warga percaya dan mengira orang baik-baik," tulis Dzibran.

"Kalau dia yang teriak, otomatis orang akan berpihak pada si pelaku karena bawa anak kecil. Ya Allah jahat banget, nggak kasihan sama anaknya." Ujar Micha.

Terkait

Terkini