Senin, 14 Juni 2021

Diminta Lepas Stiker Motor oleh Petugas, Remaja Ini Menangis Histeris

Sebaiknya, berpikir dua kali sebelum memasang aksesoris motor.

Dany Garjito | Husna Rahmayunita
cloud_download Baca offline
Bocah menangis histeris saat diminta melepas stiker. (Facebook/Eric Theo)
Bocah menangis histeris saat diminta melepas stiker. (Facebook/Eric Theo)

Mobimoto.com - Sebuah peristiwa menggelikan baru saja terjadi di Malaysia. Seorang remaja bertubuh gempal menangis histeris saat diminta petugas polisi untuk melepasa stiker yang menempel pada spakbor depan motonya.

Dikutip dari laman World of Buzz, seorang bocah yang tidak diketahui identitas pastinya itu terlihat jongkok di depan motornya. Dengan serius, ia melepas satu per satu huruf yang menempel di bagian depan motonya.

Hal itu dilakukan setelah beberapa petugas polisi memintanya karena kebetulan stiker motor bocah itu menampilkan tulisan 'Bossku'. Tulisan tersebut begitu populer di Malaysia karena mengandung makna khusus.

Seperti yang diketahui, sapaan atau julukan 'Bossku' identik dengan Najib Razak, mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia. Panggilan tersebut diciptakan oleh para pendukung pria berusia 65 tahun itu.

Dirasa mengandung unsur politik, kepolisian Negeri Jiran kemudian melarang orang yang dengan sembarangan menggunakan panggilan tersebut. Seperti halnya dengan remaja yang menempel stiker tersebut ke motornya.

Bocah menangis histeris saat diminta melepas stiker. (Facebook/Eric Theo)
Bocah menangis histeris saat diminta melepas stiker. (Facebook/Eric Theo)

Awalnya remaja itu hanya bisa menunduk sesenggukan setelah petugas memintanya untuk melepas stiker.

"Siapa yang menempelkan 'Bossku' ke motor? Bahkan jika kau menangis, aku akan tetap memanggilmu. Telfon kakekmu ke sini untuk menjemputmu," kata petugas ke bocah itu.

Tapi, petugas lainnya kemudian berteriak dengan nada mengancam.

"Borgol dia!" perintah petugas lainnya.

Tak disangka, kata-kata tersebut membuat remaja bertopi merah menangis histeris ketakutan. Remaja itu tidak paham kalau para petugas sedang memberikan lelucon kepadanya.

Terkait

Terkini