Senin, 02 Agustus 2021

Kata Driver Ojol Soal Larangan Pakai GPS saat Berkendara

Driver ojol: Hidup saya tergantung GPS.

Angga Roni Priambodo | Husna Rahmayunita
cloud_download Baca offline
Driver ojek online. (suara.com/Muhaimin A.Untung)
Driver ojek online. (suara.com/Muhaimin A.Untung)

Mobimoto.com - Publik Indonesia kini tengah dihebohkan dengan larangan menggunakan GPS saat berkendara. Sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), berkendara dengan melihat GPS bisa menganggu konsentrasi, barang siapa yang melakukannya bisa dihukum pidana dan didenda.

Hal itu diperkuat dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 106 ayat 1 yang menyebutkan bahwa, mereka yang tidak konsentrasi saat berkendara bisa dipidana kurungan paling lama 3 bulan dan dengan paling banyak Rp 750.000.

Tak pelak aturan baru itu membuat kaget para pengguna GPS, khususnya mereka yang bekerja sebagai driver ojek online (ojol). Beberapa driver ojol yang ada di Yogyakarta secara teran-terangan menolak aturan tersebut.

Seperti pengakuan Unun (29), seorang driver ojol di Yogyakarta. Ia yang awalnya tidak tahu, cukup kaget saat dimintai tanggapan tentang larangan pakai GPS saat berkendara. Pria berambut cepak itu mengaku tidak setuju karena setiap harinya menggantungkan hidup dengan aplikasi navigasi itu.

"GPS nggak mengganggu berkendara, saya nggak setuju kalau ada larangan itu. Hidup saya kan bergantung dengan GPS," tutur Unun kepada Mobimoto.com di sekitar Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta pada Jumat (1/2).

Driver ojol menunggu orderan di sekitar Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta. (Mobimoto.com/Husna Rahmayunita)
Driver ojol menunggu orderan di sekitar Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta. (Mobimoto.com/Husna Rahmayunita)

Sejalan dengan itu, driver ojol bernama Nur Kholis (22) juga menentang keras dengan larangan menggunakan GPS. Pemuda asal Lampung itu, mengaku GPS sangat penting untuk para driver yang tidak tahu arah.

"Kalau dilarang pakai GPS saat mengganggu. Apalagi buat orang pendatang seperti saya yang belum hafal arah, masuk-masuk gang harus pakai GPS biar nggak nyasar," ungkap Nur Kholis.

Pemuda yang baru sebulan bekerja sebagai driver ojol itu juga berharap agar larangan itu dihapus, karena secara otomatis mengganggu pekerjaan.

"Ya kalau bisa aturan itu dihapus, karena bisa merugikan kita khususnya para driver ojol yang sehari-hari pakai GPS," tutup Nur Kholis.

Terkait

Terkini