Sabtu, 19 Oktober 2019

Moto2: Kiprah 2 Pembalap Indonesia di Sepang, Tidak Terlalu Buruk

Kedua pembalap ini sempat dicemooh lantaran dianggap cuma 'peramai'. Tapi tunggu dulu, simak ulasannya.

Agung Pratnyawan | Cesar Uji Tawakal
Dimas Ekky di sesi latihan bebas 1 dan 2 GP Malaysia. (Instagram/@dimaspratama20)
Dimas Ekky di sesi latihan bebas 1 dan 2 GP Malaysia. (Instagram/@dimaspratama20)

Mobimoto.com - Balapan Moto2 di Sepang, Malaysia kemarin (4/11) memang balapan spesial, khususnya bagi penikmat balapan roda dua di Indonesia. Hal itu terjadi karena pada seri balapan ini, ada dua pembalap Indonesia yang turun ke sirkuit, walaupun dengan status pembalap pengganti. Mereka adalah Rafid Topan Sucipto dan Dimas Ekky Pratama.

Balapan ini diakhiri oleh Luca Marini yang keluar sebagai juara, sementara itu pembalap KTM, Miguel oliveira berhasil menduduki posisi runner-up, diikuti oleh Francesco Bagnaia yang berada di urutan ketiga. Dengan ini pula pembalap yang memiliki julukan 'Pecco' ini mampu mengunci gelar juara dunia Moto2 mengalahkan pesaingnya, Oliveira.

 

Jauh dari hingar bingar podium, dua pembalap Indonesia berada di barisan belakang. Dimas Ekky yang membalap di bawah naungan tim Tech 3 Racing berada di posisi ke 23 sementara itu Rafid Topan dari tim Forward Racing berada di urutan ke 26.

Walaupun finis di urutan buncit, Rafid yang mampu menyelesaikan balapan masih lebih baik dibandingkan beberapa pembalap yang terjatuh. Tak hanya itu, kedua pembalap ini mencatatkan hasil yang tidak terlalu buruk. Setidaknya menurut data yang dirilis situs resmi MotoGP (4/11).

Misalkan dalam urusan rata-rata kecepatan. Menurut data dari MotoGP, juara seri ini, Luca Marini hanya menjadi tercepat keenambelas dengan kecepatan rata-rata 265.6 km/jam dan top speed terbaik 266.0 km/jam. Masih kalah dengan pencetak kecepatan terbaik, Joan Mir yang memiliki kecepatan rata-rata 267 km/jam dan kecepatan terbaik 269,7 km/jam.

 

Sementara itu, Dimas Ekky berhasil mencetak kecepatan rata-rata 261,1 km/jam dan kecepatan terbaik 265,1 km/jam. Lalu untuk Rafid Topan, kecepatan rata-rata yang berhasil ia cetak adalah 258.2 km/jam dengan kecepatan terbaik 262,5 km/jam.

Dalam balapan, terbukti bahwa kecepatan bukanlah segalanya. Faktor pengalaman menjadi kunci utama, apalagi jika terkait dengan penggunaan ban dan masalah settingan motor, maka kedua pembalap kebanggaan Indonesia ini masih harus belajar banyak.

Apalagi kompetisi Moto2 yang ketat, membuat selisih waktu sangatlah penting, walaupun sepersekian detik. Dengan Dimas Ekky jang bakal tampil reguler di ajang ini musim depan, tentu balapan kali ini sangatlah berharga karena bisa menjadi ajang pemanasan.

Dan semoga makin banyak pembalap Indonesia yang berkiprah di sini. Salut untuk Dimas Ekky dan Rafid Topan!

Terkait

Terkini