Rabu, 21 Oktober 2020

Pakai Bahasa Jawa, Iklan Mobil di Zaman Pra Kemerdekaan Bikin Salah Fokus

Sebelum bahasa Indonesia resmi digunakan, ternyata produsen mobil memilih menggunakan bahasa Jawa.

Angga Roni Priambodo | Cesar Uji Tawakal
cloud_download Baca offline
Detail Logo Chevrolet di Front Grille The New Chevrolet Spark. (Mobimoto.com/Praba Mustika)
Detail Logo Chevrolet di Front Grille The New Chevrolet Spark. (Mobimoto.com/Praba Mustika)

Mobimoto.com - Jauh sebelum Indonesia merdeka, rupanya negeri ini sudah menjadi lahan potensial yang digarap oleh pabrikan mobil.

Salah satu buktinya adalah berupa poster iklan kendaraan jadul yang diunggah oleh pengguna Facebook bernama taufiqur Rohman (14/10/2020).

Dalam unggahan tersebut terlihat poster iklan mobil bermerek Chevrolet di tahun 1932. Uniknya iklan tersebut ditulis dengan menggunakan bahasa Jawa dengan ejaan lawas.

"Mobil Chevrolet ternyata pernah beriklan dengan bahasa Jawa. GM ternyata pemain dari sejak jaman mbah buyut saya," tulisnya pada grup pencinta mobil tua, Motuba.

Iklan mobil di tahun 1932. (Facebook)
Iklan mobil di tahun 1932. (Facebook)

Dalam poster tersebut tertulis "Tingali kalian cobi rumiyin Chevrolet enggal model 1932, saderengipun tumbas  montor (Lihat dan coba dulu Chevolet terbaru model 1932, sebelum beli mobil)," tulis General Motors pada iklan tersebut.

Dalam iklan ini juga terlihat tiga tipe kendaraan berjenis Sport Phaeton, Sedan dan juga Sport Roadster.

Usut punya usut, jauh sebelum "gempuran" pabrikan mobil Jepang, General Motors (GM) justru jadi pionir. Mereka mulai berkecimpung di bisnis ini pada awal abad ke-20.

Disadur dari laman gmheritagecenter, cikal bakal GM adalah sebuah perusahaan terbatas bernama N.V. General Motors Java Handel Maatschappij yang didirikan pada 1927.

Iklan lawas ini rupanya mengundang perhatian dari kalangan warganet. Beragam komentar pun bermunculan terkait poster berbahasa Jawa tersebut. Berikut beberapa di antaranya.

"Tjobi roemijin mboten usah toembas (Coba dulu nggak usah beli)," celetuk Fajar Setiawan.

"Owalah asal usul montor," kata OvalBmkrt.

"Dipun sade pinten montoripun? Kulo ajeng tumbas sejinah (Dijual berapa mobilnya? Saya mau beli sepuluh)," canda Seno Suyatno.

 

Terkait

Terkini