Kamis, 06 Agustus 2020

Tak Kerja Karena Corona, Sopir Taksi Tewas Gantung Diri

Semoga wabah corona segera usai dan kehidupan kembali normal.

Angga Roni Priambodo | Gagah Radhitya Widiaseno
cloud_download Baca offline
Ilustrasi bunuh diri (Shutterstock).
Ilustrasi bunuh diri (Shutterstock).

Mobimoto.com - Wabah virus corona berdampak tak hanya pada kesehatan namun juga ekonomi. Banyak rakyat kecil yang mereka harus tetap bekerja meski adanya corona ini, karena jika tak kerja penghasilannya tak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Namun penghasilan mereka menurun di tengah wabah corona. Salah satunya yakni sopir taksi online bernama Juna Lismi.

Seperti dilansir dari keepo.me, Juna harus mengalami nasib tragis. Ia ditemukan gantung diri di belakang rumahnya.

Pria berusia 32 tahun warga Cikarang Timur, Bekasi ini melakukan gantung diri lantaran ia kesulitan mencari penumpang sehingga tak mampu bayar cicilan mobil yang sudah nunggak 2 bulan.

Ilustrasi taksi online. (unsplash)
Ilustrasi taksi online. (unsplash)

Keterangan istri korban bahwa sebelumnya ada seorang laki laki yang datang ke rumahnya menagih cicilan kredit mobil," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus, Selasa, (07/04/2020).

Menurut pengakuan istri, korban sering melamun sebelum memilih mengakhiri hidupnya.

Sebelumnya, anak korban, Noval, sempat menaruh curiga dengan gelagat ayahnya yang saat itu membawa tali tambang yang biasa digunakan untuk ayunan di rumah. Kemudian ia pun mencoba membuntuti ayahnya, namun sang ayah menutupi tali tersebut.

Hingga selepas maghrib, sang ayah tak berada di rumah. Noval pun mencoba mencarinya sampai belakang rumah. Ia pun kaget dan teriak histeris meminta tolong saat melihat ayahnya tewas tergantung di pohon sengon pada Senin (06/04/2020).

Dari hasil olah TKP kepolisian, hasil penyidikan sementara sopir taksi online itu tewas karena bunuh diri. Kini jasad korban telah dibawa ke RSUB Bekasi untuk dilakukan visum.

Keepo.me-Robert

Terkait

Terkini