Minggu, 25 Oktober 2020

Ada Usulan Hanya Pemakai Mobil Pribadi Saja yang Boleh Mudik, Setuju?

Pro-Kontra mudik di tengah wabah penyakit merebak, begini usulan warganet.

Angga Roni Priambodo | Cesar Uji Tawakal
cloud_download Baca offline
Ilustrasi Mengemudikan Mobil. (pexels.com)
Ilustrasi Mengemudikan Mobil. (pexels.com)

Mobimoto.com - Aksi mudik massal yang terjadi belakangan ini menjadi sorotan dari sejumlah pihak. Seolah jadi hal yang tabu, mudik di tengah lockdown memicu kekhawatiran dari masyarakat yang takut terjangkit virus corona.

Namun para perantau yang nekat mudik di tengah merebaknya virus tersebut pasti juga punya alasan tersendiri. Sehingga perlu dicari jalan tengah atas maraknya perantau yang mudik tersebut.

Seorang warganet dengan akun bernama Takviri menuliskan sebuah usulan yang ditujukan pada akun Twitter resmi Presiden Jokowi.

Menurutnya, para perantau dengan kendaraan pribadi saja yang  bisa mudik . Itu pun dengan syarat tidak boleh transit di manapun.

Pro kontra mudik di tengah wabah corona. (Twitter)
Pro kontra mudik di tengah wabah corona. (Twitter)

"Saran saya gini aja pak @jokowi, hanya pemudik dgn kendaraan mobil pribadi yg boleh mudik, tp mobil ditempelin stiker spy begitu sampai di daerah tujuan, bs diidentifikasi & dikarantina & diawasi pemda setempat. Rest area tdk blh turun dari mobil. Makan & istirahat di dlm mobil," tulis warganet tersebut.

Cuitan ini dilayangkan setelah beberapa saat sebelumnya, Presiden Joko Widodo melaui akun Twitternya @jokowi menyatakan bahwa banyaknya jumlah pemudik harus diikuti dengan penanganan oleh pemerintah daerah.

Pro kontra mudik di tengah wabah corona. (Twitter)
Pro kontra mudik di tengah wabah corona. (Twitter)

"Delapan hari terakhir, ada 876 bus antarprovinsi yang membawa 14.000-an penumpang dari Jabodetabek ke provinsi lain di Jawa. Belum termasuk yang menggunakan kereta api, kapal, pesawat, dan mobil pribadi. Mobilitas orang sebesar itu sangat berisiko memperluas penyebaran Covid-19." tulis presiden yang akrab disapa Pak Jokowi tersebut.

"Untuk keluarga-keluarga yang telanjur mudik ini, saya meminta para gubernur, bupati, dan wali kota untuk meningkatkan pengawasannya dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hanya saja, screening yang dilakukan jangan sampai berlebihan." lanjutnya.

Namun rupanya usulan mudik tersebut memicu pro kontra. Hal ini disebabkan karena banyak warganet yang setuju bahwa sementara ini para perantau diharapkan tak ikut mudik.

"Rumit dan tetep salah. Intinya kan kita ngga pernah tau siapa yg sdh positif atau blm. Biarpun naik mobil sampai kampung nularin sekeluarga." tulis @SotoWedhus.

"Kasian bener yah kalo orang yg kaga punya kendaraan." tulis @Jhon84922990.

"Kenapa ya tdk berani karantina wilayah minimal 1 bulan saja biar agak terkendali penyebarannya," tulis @irawan_tee1.

Jadi gimana menurutmu?

Terkait

Terkini