Kamis, 04 Juni 2020

Waduh, Mobil Bekas Kedubes AS Ramai-ramai Dihancurin, Ada Apa Nih?

Sayang bener, padahal masih bisa dipakai lho mobil ini. Tapi ya terbentur aturan juga sih

Angga Roni Priambodo | Gagah Radhitya Widiaseno
cloud_download Baca offline
Sayang bener yak, padahal masih bisa dipakai tuh mobil (Youtube/klimanch автоканал)
Sayang bener yak, padahal masih bisa dipakai tuh mobil (Youtube/klimanch автоканал)

Mobimoto.com - Mobil bekas masih menjadi incaran beberapa pecinta roda 4 karena harganya yang cukup miring. Namun kadang ada juga mobil bekas justru malah dihancurin. Lho kok bisa?

Alasan mobil bekas justru dihancurin lantaran mobil tersebut illegal. Hal ini membuat pemerintah setempat menghancurkan mobil tersebut.

Beberapa waktu lalu, di Filipina banyak mobil bekas dihancurin. Kali ini giliran mobil bekas milik kedutaan Amerika Serikat di Kazakhstan dihancurin menggunakan alat berat.

Seperti video yang diunggah akun Youtube, tampak mobil seperti Toyota Land Cruiser antipeluru, pikap Toyota Hilux, Cadillac DTS hingga Chevrolet sedang diangkut mobil towing.

Mobil bekas dihancurin karena alasan ini (Youtube/klimanch )
Mobil bekas dihancurin karena alasan ini (Youtube/klimanch )

Mobil tersebut rencana akan dihancurkan pakai alat berat. Hingga mobil itu menjadi besi rongsokan. Para diplomat AS mengamati kerusakan itu untuk memastikan setiap kendaraan hancur tanpa bisa dikenali.

Belum ada alasan pasti mengenai penghancuran mobil bekas dubes AS itu. Namun kemungkinan, mobil Kedubes Amerika Serikat yang tak terpakai itu dihancurkan karena peraturan AS yang ketat.

Diberitakan Carbuzz, bukan hal yang aneh bagi kedutaan untuk menghancurkan mobilnya setiap kali mereka mengganti mobilnya dengan armada baru. Sebab, mobil-mobil duta besar itu dibuat khusus dengan perlindungan tambahan seperti lapis baja dan kaca antipeluru.

Menjual mobil bekas kedutaan besar dengan spesifikasi seperti itu dianggap ilegal. Mengirim kembali ke AS juga dianggap terlalu mahal. Mungkin lebih hemat jika mobil itu dihancurkan untuk tujuan daur ulang.

Untuk melihat video selengkapnya, silakan klik LINK ini.

Terkait

Terkini