Minggu, 09 Agustus 2020

Tabrak Taksi Parkir di Blok M, Wanita ini Diancam dan Diperas

Dirinya menabrak taksi karena menghindari taksi ugal-ugalan.

Angga Roni Priambodo
cloud_download Baca offline
Ilustrasi taksi. (HiTekno)
Ilustrasi taksi. (HiTekno)

Mobimoto.com - Kejadian tak mengenakkan menimpa seorang wanita pasca menabrak sebuah armada taksi di daerah Blok M, Jakarta Selatan beberapa waktu yang lalu.

Melalui utas yang ia tulis di jejaring sosial Twitter, wanita pemilik akun @gabe_gabee ini mencurahkan isi hatinya yang merasa diancam dan diperas Rp 14 juta.

Wanita tersebut menceritakan bahwa awal mula ia bisa menabrak taksi yang sedang diparkir dikarenakan menghindari taksi lain yang kebut-kebutan di jalan.

"Jadi gue nggak sempat banting setir balik lagi, Ini kejadian kemarin subuh jam setengah dua dini hari di daerah Blok M," tulisnya dalam unggahan itu.

Oleh awak taksi, ia kemudian dibawa ke pull taksi tersebut yang berada di daerah Tanah Kusir.

Kasus wanita tabrak taksi yang viral di media sosial.
Kasus wanita tabrak taksi yang viral di media sosial.

Di sana mobil dicek dan waktu billing, wanita tersebut sama sekali tak tahu karena dihalang-halangi dan menganggap korban dan pihak taksi tak ada keterbukaan untuk menjelaskan bagaimana dan berapa nominalnya.

"Tau-tau ditembak Rp 12 juta dan harus bayar setoran tiap hari Rp 170 ribu per hari dan ditransfer ke anak korban, bukan ke perusahaan tempat mobil itu bengkel dibenarkan," lanjutnya.

Ia sempat diancam untuk menjual ponselnya dan juga diancam akan dipukul oleh anak korban. Ia menyebut ada juga polisi di sana namun polisi tersebut tak melihat dan mengetahui pengancaman tersebut.

"Total guw harus bayar Rp 14 juta which is nggak make sense banget. Di bengkel luar bisa kurang jauh dari itu dan gue udah buat perjanjian," curhatnya seraya me-mention akun Twitter perusahaan taksi.

Dia melanjutkan bahwa pihaknya sudah mengontak kantor pusat perusahaan taksi tersebut dan mendapat jawaban akan diurus. Hal itu dilakukannya karena saat ingin bertemu kepala pull, sang pimpinan tak mau bertemu dirinya.

"Maunya ketemu sama korban dulu. Padahal yang mau tanggung jawab kan gue dan yang ditembak billing segitu gue. Gue nggak tau apa-apa karena nggak ada penjelasan baik-baik dari pihak taksi pool tersebut," lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa banyak pihak yang ngomong kalau dirinya diperas dan tak seharusnya membayar segitu banyak. Dia merasa dihalang-halangi saat akan menemui mekanik, body repair dan kepala pool.

"Mohon bantuin sebarin berita ini biar gue ga diancem, diperes, ditekan dan ada keterbukaan & kejelasan tdk dg billing 14 juta tsb. Acc instagram saya juga saya private krn anak korban sempat menyentuh2 sosial media teman saya. Bantu sebarkan !! Terimakasih," pungkasnya.

Dari pantauan Suara.com, akun Twitter taksi tersebut sudah merespons dan berjanji akan menghubungi untuk menjadwalkan pertemuan kembali di pool dengan kepala pool dan tim terkait.

Semoga berakhir dengan damai dan menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Terkait

Terkini