Selasa, 11 Agustus 2020

Solar Langka, Wakil Ketua DPRD Sulsel Sampaikan Pesan Menohok ke Pertamina

Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Syaharuddin Alrif beri pesan ke Pertamina saat tahu sudah seminggu bus dan truk antre solar.

Angga Roni Priambodo | Praba Mustika
cloud_download Baca offline
SPBU Pertamina di Bilangan Jakarta. (Suara.com/Kurniawan Mas'ud)
SPBU Pertamina di Bilangan Jakarta. (Suara.com/Kurniawan Mas'ud)

Mobimoto.com - Di beberapa daerah di Sulawesi Selatan sedang terjadi kelangkaan bahan bakar jenis Solar. Hal itu pun diketahui sendiri oleh Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif ketika melihat antrean bus dan truk di salah satu SPBU Pertamina.

Melihat hal tersebut, Syaharuddin Alrif pun menyampaikan pesan kepada Pertamina dan juga pemerintah pusat terkait sulitnya mendapatkan Solar.

Pesan yang disampaikan lewat video itu diunggah oleh akun @romansasopirtruck di jejaring Instagram. Lihat videonya di sini

Pada video berdurasi 2 menit lebih itu, Wakil Ketua DPRD Sulsel itu awalnya bertanya kepada salah seorang karyawan SPBU.

"Malam ini Saya lagi ada di SPBU Pun Rangai di Kabupaten Sidra, Kecamatan Pitu Riawa. Saya mengikuti proses antrean sopir truk dan sopir bus, yang ternyata mereka sudah mengantre untuk pengisian BBM Solar," katanya membuka video.

Ketua DPRD Sulses, Syaharuddin Alrif. (Instagram/romansasopirtruck)
Ketua DPRD Sulses, Syaharuddin Alrif. (Instagram/romansasopirtruck)

"Mungkin sudah satu minggu, pak," kata karyawan SPBU tersebut saat ditanya sudah berapa lama terjadi antrean Solar.

Mendengar hal itu, Syaharuddin Alrif kemudian menyampaikan pesan kepada Pertamina "Nah ini pesan buat GM Pertamina Sulawesi Selatan. Urusi masyarakat Sulawesi Selatan dengan baik, dan persiapkan distribusi BBM yang harus lebih cepat,"

"Ini kasihan masyarakat kalau begini, sepanjang  jalan mulai dari Makassar, Maros...Barru, Pare-pare, Sidrap sampai ke Luwu Timur ini semua terjadi (antrean Solar). Oleh karena itu, Saya minta Komisi 6 DPR RI untuk melakukan teguran terhadap GM Pertamina Sulawesi Selatan, karena tidak mampu memenuhi kebutuhan BBM (untuk) masyarakat Sulawesi Selatan," tegas Syaharuddin Alrif.

Syaharuddin Alrif menyayangkan kesulitan bahan bakar jenis Solar ini jadi menghambat proses perputaran ekonomi.

"Sayang sekali proses perputaran ekonomi terhambat gara-gara distribusi BBM ini tidak baik dan lancar. Kalau Pertamina Sulawesi Selatan tidak mampu mencari jalan keluar, tolong lakukan operasi secepatnya, supaya kendala yang ada di Sulawesi Selatan seperti ini bisa teratasi dengan cepat, karena ini (kelangkaan Solar) sudah satu minggu. Semoga para pejabat di Pertamina bisa menyelesaikan ini dengan cepat." Pungkasnya.

Terkait

Terkini