Sabtu, 19 Oktober 2019

Bus Seruduk Mobil di Gerbang Tol Cipali, Diduga Telat Ngerem

Sebuah bus seruduk mobil di gerbang tol Cipali.

Angga Roni Priambodo | Praba Mustika
Bus Seruduk Mobil di Gerbang Tol Cipali. (Facebook/Dash Cam Owners Indonesia)
Bus Seruduk Mobil di Gerbang Tol Cipali. (Facebook/Dash Cam Owners Indonesia)

Mobimoto.com - Beberapa waktu belakangan ini insiden lakalantas (kecelakaan lalu lintas) di jalan tol cukup sering terjadi. Mulai dari tabrakan beruntun di Tol Cipularang KM 91 dan teranyar sebuah bus menyeruduk mobil di gerbang tol Cipali.

Sementara, diduga sopir bus telat menginjak pedal rem.

Melalui jejaring Facebook, akun Dash Cam Owners Indonesia membagikan video rekaman kamera CCTV yang memperlihatkan insiden bus yang menyeruduk mobil Mitsubishi Xpander putih di gerbang tol.

Pada video berdurasi 30 detik itu, terlihat mobil Mitsubishi Xpander putih sudah melambatkan laju kendaraannya sesaat sebelum gerbang tol.

Tepat di belakangnya ada sebuah bus yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi.

Bus sempat melambat, namun kemudian diduga waktu pengereman yang terlambat membuat bus menyeruduk mobil di depannya.

Mobil Diseruduk Bus di Tol Cipali. (Facebook/Dash Cam Owners Indonesia)
Mobil Diseruduk Bus di Tol Cipali. (Facebook/Dash Cam Owners Indonesia)

Dugaan lain adalah bus tersebut juga diseruduk kendaraan lain di belakangnya.

Lain lagi dengan warganet yang memberi teori lain mengapa bus tersebut bisa menyeruduk mobil di gerbang tol Cipali.

"Kayaknya bus kena sundul dari belakang, coba perhatikan sebelum bus menyundul," kata Wanto.

"Sepertinya itu (bus) juga ditabrak mbah. Soalnya kalau sopir bus ngantuk, masa iya sempat nyalain (lampu) hazard," tulis Wijaya.

"Memang paling was-was kalau di belkang ada bus, truk atau kendaraan besar. Ya jaga jarak atau ngalah aja biar duluan yang besar. Itu kalau ketemu turunan dan di jalan tol, dan berarti betul juga seperti yang di atas lebih baik cari palang tol yang khusus mobil kecil, meskipun yang namanya kecelakaan nggak pilih-pilih, tapi setidaknya untuk lebih waspada saja." Ujar Adysoed memberi saran.

Terkait

Terkini