Sabtu, 19 Oktober 2019

Ridwan Hanif Kapok Diundang ke Acara TV Buat Bahas Esemka, Ini Alasannya

Alasan tersebut memicu spekulasi liar warganet mengenai mobil Esemka.

Angga Roni Priambodo | Cesar Uji Tawakal
Mobil SUV dengan Emblem (Logo) Esemka. (Facebook/Kurniawan Bayu)
Mobil SUV dengan Emblem (Logo) Esemka. (Facebook/Kurniawan Bayu)

Mobimoto.com - Mobil Esemka yang diresmikan Presiden Joko Widodo pekan lalu langsung menyita perhatian masyarakat.

Kehadiran mobil ini kerap membawa kontroversi, membuatnya menjadi isu panas yang kerap diperbincangkan di acara TV.

Kerap jadi narasumber pada acara yang membahas mobil Esemka, seorang Youtuber sekaligus pengamat otomotif Ridwan Hanif mengaku sudah ogah untuk berdiskusi mengenai mobil tersebut di acara televisi swasta.

Hal tersebut terungkap melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @ridwanhr.

Cuitan Ridwan Hanif kapok diwawancarai mengenai Esemka. (Twitter/@ridwanhr)
Cuitan Ridwan Hanif kapok diwawancarai mengenai Esemka. (Twitter/@ridwanhr)

Dalam cuitan tersebut Ia ogah diwawancarai mengenai mobil Esemka lantaran pihak dari produsen mobil tersebut selalu tak bisa hadir.

"Sudah ada tiga cara TV yang saya tolak untuk hadir berbicara mengenai mobil Esemka." ujarnya.

"Kenapa? Karena tidak ada pihak Esemka yang hadir." lanjutnya dalam cuitan tersebut.

Selain itu, dirinya juga ingin berfokus ke masalah teknis mobil Esemka namun ujung-ujungnya acara tersebut kerap menjadi diskusi politik.

Cuitan Ridwan Hanif kapok diwawancarai mengenai Esemka. (Twitter/@ridwanhr)
Cuitan Ridwan Hanif kapok diwawancarai mengenai Esemka. (Twitter/@ridwanhr)

"Saya malas masuk ke dalam diskusi politik. Lebih baik kita bahas dan tanya langsung ke pihak Esemkanya saja. Udah gitu kalau Esemkanya nggak hadir, saya mending beresin kerjaan numpuk." ujarnya dengan emoticon tertawa.

Cuitan tersebut rupanya memantik diskusi di kalangan warganet. Banyak yang penasaran mengenai mobil Esemka, namun senada dengan Ridwan, mereka 'gerah' diskusi di acara TV tersebut selalu berujung ke ranah politik. Seperti yang terlontar di cuitan-cuitan berikut ini.

"Yang saya heran dari dulu gitu bang, kenapa narsum bukan pihak Esemkanya langsung kenapa harus ngundang politisi A politisi B ? Diskusinya yg seharunya ngebuat masalah jadi beres malah tambah absurd." ujar @dikaaf_.

"Bebrapa kali saya ikuti percakapan anda di tv. Ada keanehan dari lawan bicara anda. Mereka membela membabi buta tapi rata-rata mereka malah tidak tau sama sekali detail yang mereka bela. Mereka berusaha meyakinkan orang lain tapi tidak memiliki bahan yang cukup untuk itu." ujar @Dft_Petrux.

Terkait

Terkini