Sabtu, 19 Oktober 2019

Cadangan Bahan Bakar Fosil Menipis, UGM Siapkan 3 Mobil Listrik Ini

Tim Mobil Listrik Yacaranda dibentuk pada tahun 2013 silam dan kini sudah memroduksi 3 mobil listrik.

Angga Roni Priambodo
Mobil listrik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.(Dokumentasi UGM Yogyakarta)
Mobil listrik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.(Dokumentasi UGM Yogyakarta)

Mobimoto.com - Cadangan bahan bakar fosil yang makin menipis membuat banyak negara, termasuk Indonesia, berlomba-lomba untuk melakukan penghematan dengan cara mengembangkan teknologi berbasis energi terbarukan untuk menghasilkan listrik.

Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Tanah Air tak mau ketinggalan berpartisipasi.

Sebagai langkah konkret, tim Mobil Listrik Yacaranda didirikan pada awal tahun 2013 oleh mahasiswa Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada untuk turut berinovasi dalam penghematan bahan bakar fosil.

Tim Mobil Listrik (Molis) Yacaranda berdiri di bawah naungan Direktorat Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada.

"Kami memiliki misi untuk memberikan solusi bagi masalah energi nasional dengan mengembangkan mobil listrik," urai Syamsul Ma'arif, perwakilan tim Yacaranda dalam rilis yang diterima Suara.com, Jumat (30/8/2019).

Mobil listrik Tim Yacaranda UGM Yogyakarta. (Dokumentasi UGM Yogyakarta)
Mobil listrik Tim Yacaranda UGM Yogyakarta. (Dokumentasi UGM Yogyakarta)

Di tahun 2019 ini, Tim Molis Yacaranda sudah menghasilkan dua buah mobil mini formula, yaitu “Super Sekip EV-1” yang dirancang dan dibuat pada tahun 2017. Mobil tersebut bahkan telah diikutkan dalam Kompetisi Mobil Listrik Indonesia ke-IX di Politeknik Negeri Bandung.

Dalam kompetisi tersebut, “Super Sekip EV-1” mendapat urutan 6 dari total 24 tim yang berpartisipasi. Selain itu, pada kategori tambahan, Tim Molis Yacaranda berhasil mendapatkan penghargaan untuk kategori poster dan presentasi terbaik.

Di tahun 2018, tim ini mendapat dukungan dari PLN. Tim Molis Yacaranda mengalami perubahan nama menjadi Yacaranda PLN EV Team. Tim ini kemudian mengembangkan mobil listrik berikutnya yang diberi nama “Super Sekip EV-2”.

Tim tersebut terus melakukan continuous improvement serta perombakan besar-besaran baik dari segi desain maupun analisis data yang dilakukan terhadap “Super Sekip EV-2” dengan misi untuk memperbaiki produk dari tahun sebelumnya.

Secara selektif, tim ini melakukan improvement terhadap kualitas pemilihan material yang digunakan serta pengembangan teknologi mulai dari battery, user interface, dan monitoring data.

"Hasilnya, “Super Sekip EV-2” berhasil meraih Juara 3 Kategori Kecepatan pada Kompetisi Mobil Listrik Indonesia ke-X," tambah Syamsul.

Saat ini, Tim Molis Yacaranda sedang berproses untuk memproduksi “Super Sekip EV-3”. Mobil listrik ini merupakan produk riset terbaru Tim Molis Yacaranda sebagai bentuk continuous improvement-nya.

Mobil ini berfokus pada sumber energi menggunakan baterai Lithium Titanate Oxide dan sistem monitoring menggunakan IoT (Internet of Things). Sebagaimana diketahui, teknologi IoT sedang diunggulkan di Revolusi Industri 4.0 ini. Metodenya dengan penggunaan modul Wi-Fi, sistem monitoring jarak jauh dilakukan menggunakan sinyal internet.

Pada mobil “Super Sekip EV-3” rancangan Tim Molis Yacaranda ini, pihak UGM mengharapkan untuk tidak hanya menjuarai Kompetisi Mobil Listrik Indonesia, tetapi juga menjadi solusi positif bagi masalah energi nasional.

Terkait

Terkini