Sabtu, 19 Oktober 2019

Mobilnya Tak Ada di Game Balap, Pihak Need for Speed Sebut Toyota Cupu

Cuitan tersebut memicu twitwar.

Galih Priatmojo | Cesar Uji Tawakal
Jadi Penerus BMW Z4 M Coupe, Toyota Supra Jadi Wagon?. (Facebook/Rain Prisk)
Jadi Penerus BMW Z4 M Coupe, Toyota Supra Jadi Wagon?. (Facebook/Rain Prisk)

Mobimoto.com - Need for Speed merupakan salah satu franchise game balapan yang paling banyak mempunyai penggemar.

Beragam seri game pun telah mereka rilis, membuat kehadiran permainan mereka selalu dinanti-nanti penggemarnya.

Walaupun sudah terkenal, rupanya hal tersebut tak serta merta membuat produsen mobil ingin produk-produk buatan mereka dilisensikan agar bisa dimainkan di game tersebut, salah satunya oleh Toyota.

Melaui sebuah cuitan, Toyota Inggris mengungkap penyebab mengapa mobil buatan mereka tidak ada di game-game Need for Speed terbaru.

Hal tersebut terungkap melalui sebuah cuitan dari pengguna akun Twitter dengan akun bernama @jacoja06.

Cuitan Toyota yang mengungkao sebab mobil mereka tidak ditemukan di game Need for Speed. (Twitter/@jacoja06)
Cuitan Toyota yang mengungkao sebab mobil mereka tidak ditemukan di game Need for Speed. (Twitter/@jacoja06)

Dalam cuitan tersebut ia menanyakan mengapa mobil Toyota tidak bisa ditemui di game Need for Speed.

"Di mana Toyota di game Need for Speed terbaru? Sungguh sebuah kesempatan yang terlewat." ujar akun tersebut.

Rupanya cuitan tersebut direspon oleh akun resmi Toyota Inggris @ToyotaUK. Mereka pun mengungkap alasan mengapa mereka absen di game tersebut.

Need for Speed. Sumber: istimewa.
Game Need for Speed yang diangkat ke layar lebar. Sumber: istimewa.

 

"Tidak di sana. Anda bisa menemui mobil kami di game GT Sport, karena kami tidak mendukung balapan jalanan illegal." ujar Toyota.

Namun cuitan tersebut ternyata memicu perang cuitan. Jawaban dari Toyota tersebut 'disambar' oleh akun resmi dari game Need for Speed. Mereka pun mencibir jawaban dari Toyota.

"Pffft cupu." ujar akun @NeedforSpeed secara singkat. Cuitan tersebut pun ramai sebelum akhirnya pihak Toyota menghapus pernyataan mereka. Namun tetap saja jejak digital terlanjur tercipta.

 

Terkait

Terkini