Minggu, 20 Oktober 2019

Miris, Begini Curhatan Sopir Truk Mengenai Maraknya Pungli di Medan

Untuk perjalanan 1 km membutuhkan uang lebih dari Rp 100 ribu.

Galih Priatmojo | Cesar Uji Tawakal
Ilustrasi Truk. (World Truck Online/Hankook Tire)
Ilustrasi Truk. (World Truck Online/Hankook Tire)

Mobimoto.com - Fenomena pungli (pungutan liar) memang sudah menjadi lagu lama yang beredar di masyarakat. Tak terkecuali bagi para sopir truk.

Seperti yang viral satu ini. Sebuah video yang diunggah oleh akun Romansa Sopir Truk di media sosal Facebook memperlihatkan momen-momen saat truknya mendapat pungutan liar.

Tak hanya sekali-dua kali, namun sopir truk tersebut mendapat pungutan berkali-kali hanya dalam jarak relatif berdekatan.

Yang membuat miris adalah, pungutan tersebut justru dilakukan oleh warga setempat. Sang sopir pun mengeluhkan minimnya kehadiran penegak hukum di area tersebut.

"Ini kuitansinya, kosong, pembuktiannya tidak ada." ujar perekam video tersebut.

"Daerah ini tidak sanggup dibenahi oleh aparat setempat. Ini lagi, badan besar kerja malas." gumam sopir truk tersebut.

 

"Apa memang kami pendatang harus membayar. Adakah undang-undangnya?" imbuh sang sopir.

Video tersebut mempunyai durasi sekitar 10 menit. Sang sopir berujar untuk menempuh jarak yang relatif dekat ia harus menyiapkan banyak uang.

"Untuk menempuh 1 km kami harus menyiapkan Rp 100 ribu lebih, kuitansinya kosong dengan berbagai alasan. Jika kami tidak mau membayar, kami diancam kaca truk kami akan dipecah." tutur sang sopir.

Bikin geram, banyaknya pungli dalam video tersebut mengundang respons negatif dari masyarakat. Berikut beebrapa komentar di antaranya.

"Itulah potret lintas Sumatra. Ternyata hampir semuanya ya. Jangan malu yang jadi orang sono kalo punya gelar orang malas ya. Saya pikir kemaren daerah Maisuji aja ternyata hampir semua wilayah Sumatra ada. Pantas pak Polisi bingung mau nindak, karna sudah mayoritas." ujar Jamal Perdana.

"Biasanya kalau viral baru ada penindakan dari aparat." ujar Trisno Trisno.

Terkait

Terkini