Minggu, 20 Oktober 2019

Bus Sugeng Rahayu Ngeblong Terciduk Polisi: Otaknya Dipakai!

Bus berhadapan dengan mobil pribadi yang ternyata dikemudikan polisi.

Angga Roni Priambodo | Praba Mustika
Sopir dan Kernet Bus Sugeng Rahayu Diceramahi Polisi. (Facebook/Arwand Lamanda)
Sopir dan Kernet Bus Sugeng Rahayu Diceramahi Polisi. (Facebook/Arwand Lamanda)

Mobimoto.com - Sopir bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) dikenal suka ugal-ugalan dan ngeblong atau berjalan melawan arah. Teranyar, sopir dan kernet bus Sugeng Rahayu yang sedang ngeblong di Klaten, Jawa Tengah. Apes, ia harus berhadapan dengan petugas kepolisian karena aksi yang membahayakan itu.

Sebuah video amatir berdurasi 30 detik, yang sudah tersebar di jejaring Instagram dan Facebook, memperlihatkan dua orang pria yang mengenakkan seragam warna biru, sedang diceramahi oleh petugas kepolisian.

Di jejaring Facebook, video tersebut diunggah oleh warganet bernama Arwand Lamanda. Tak hanya video, ia juga menjelaskan kronologi kejadiannya.

"Tadi sore di jalur bypass Klaten (Samping bangjo Masjid Al-Aqsa). Kronologi: SR (Sugeng Rahayu) blong kanan dari arah Jogja, pas di depan SR ada mobil Suzuki Swift yang dikendarai anggota polisi, terjadlah sedikit perselisihan," katanya.

Sopir dan Kernet Bus Diceramahi Polisi. (Facebook/Arwand Lamanda)
Sopir dan Kernet Bus Diceramahi Polisi. (Facebook/Arwand Lamanda)

Video tersebut dibuka dengan petugas kepolisian yang sedang menasihati sopir dan kernet bus Sugeng Rahayu, dengan nada bicara yang tinggi.

Petugas polisi tersebut berbicara dalam bahasa jawa, yang jika diterjemahkan "Aku mati nggak papa, sendirian! Kamu bawa penumpang sebanyak ini kalo kecelakaan gimana? Otaknya dipakai!"

Setelahnya, sopir dan kernet bus itu terlihat tak bergeming dan menyesali perbuatannya itu.

Sementara itu di kolom komentar, warganet pun heran dengan aksi sopir bus yang bandel, dengan seringnya melajukan busnya secara ugal-ugalan.

"Padahal bangjo (lampu lalu lintas) di Masjid Al Aqsa rame banget ya, kok masih berani ngeblong," kata Ziyad.

"Cuma diomelin mah nggak mempan, ambil SIM-nya, bawa ke kantor." Ujar Muhammad Rajendra.

Terkait

Terkini