Rabu, 29 Januari 2020

Penjarahan Disebut Marak di Palu, Ban Mobil di Sebuah Mall Raib

Pasca musibah gempa dan tsunami, Palu disebut marak penjarahan.

Angga Roni Priambodo | Cesar Uji Tawakal
cloud_download Baca offline
Ilustrasi Gempa Bumi. (pixabay)
Ilustrasi Gempa Bumi. (pixabay)

Mobimoto.com - Musibah gempa dan tsunami di Palu beberapa waktu yang lalu masih menimbulkan luka yang mendalam bagi para korban. Selain kehilangan harta benda, banyak dari mereka kehilangan orang yang dicintainya.

Tak hanya itu, pasca bencana masih banyak bahaya yang mulai mengintai. Mulai dari banyak yang sakit, stok makanan berkurang. Untuk menghadapi kondisi darurat seperti ini, masyarakat kadang berbuat nekat.

Misalnya mulai menjarah toko untuk mencari makanan, namanya juga darurat lapar. Namun berbeda dengan yang sudah disebutkan, foto yang berlokasi di Mall Tatura Palu ini menunjukkan gambar yang bikin miris. 

Bukannya menjarah makanan karena memang kondisi darurat, warga Palu ini malah 'menguras' isi pusat perbelanjaan. Mulai dari sepatu dan lain lain. Ban mobilpun tak luput menjadi incaran.

Warga menjarah beraneka macam barang di pusat perbelanjaan. (Facebook/Motuba)
Warga menjarah beraneka macam barang di pusat perbelanjaan. (Facebook/Motuba)

Peristiwa ini tentu menimbulkan keprihatinan, banyak warganet yang merasa tindakan mereka tidak patut dicontoh. Seperti orang ini. Dia mengutarakan pendapatnya melalui kolom komentar di Facebook.

''Kalau butuh makan, ban mobil diambil, itu namanya apa?.'' ujar Edi Iswanto.

''Ban mobilnya mau di goreng kali mbah.'' timpal Andra Ananda di kolom komentar.

Kalau menjarah toko demi makanan, mungkin masih bisa ditolerir karena urusan perut tidak ada kompromi. Namun ban mobil?

Terkait

Terkini