Rabu, 23 September 2020

Gara-Gara Lockdown, Banyak Pembalap MotoGP Tak Jadi Pensiun

Tak jadi tutup karier, lockdown akibat virus corona justru membuat pembalap kangen sirkuit.

Angga Roni Priambodo
cloud_download Baca offline
Ilustrasi motor tim Ducati MotoGP.[autosport.com]
Ilustrasi motor tim Ducati MotoGP.[autosport.com]

Mobimoto.com - MotoGP tahun 2020 sebelumnya direpdiksi menjadi tahun paling panas selama gelaran MotoGP. Salah satu faktor yang menguatkan prediksi tersebut adalah banyaknya pembalap hang habis kontraknya pada akhir tahun ini.

Agar dilirik tim-tim top MotoGP, para pembalap ini tentu harus tampil all-out. Namun prediksi tersebut malah meleset jauh seiring munculnya virus corona yang membuat sejumlah seri balapan ditunda.

Tetapi datangnya virus tersebut juga membawa sedikit efek positif, setidaknya menurut dua pembalap ini.

Dikutip dari Crash, efek tersebut adalah tertundanya keputusan pensiun pembalap veteran seperti Cal Crutchlow.

"Saya sempat berpikir untuk pensiun di tahun 2018 namun saya membatalkan keputusan tersebut setelah satu-dua bulan, saya tidak siap," ujar Bradley Smith

Pebalap tim Monster Yamaha Tech3, Bradley Smith. [MotoGP.com]
 Bradley Smith saat masih bergabung dengan Yamaha Tech3. [MotoGP.com]

"Mungkin banyak pembalap yang sama, sebab selama hal ini bakal membuat para pembalap ingin balapan lebih lama lagi. Banyak fans yang menginginkannnya apalagi jika anda masih kompetitif." tutur eks pembalap uji coba tim Aprilia ini.

Senada dengan Smith, Aleix Espargaro juga berujar bahwa dirinya sangat ingin segera kembali ke lintasan.

"Sebelumnya saya sedikit kepikiran untuk pensiun. Namun saat lockdown, saya justru sangat rindu balapan. Saya tak menyangka akan serindu ini. Padahal mulanya saya benci bepergian selama 15 tahun membalap. Saya benci pesawat dan kapal. Namun saya sangat merindukannya." tutur pembalap tim Aprilia tersebut.

Terkait

Terkini