Minggu, 09 Agustus 2020

Mantan Manajer Honda Beberkan Fakta Tersembunyi, Ini Sebab Duel 2015 Panas?

Duel Rossi vs Lorenzo tersebut dicampur tangani oleh Marquez, yang mana menjadi awal sengketa dua pembalap tersebut.

Angga Roni Priambodo | Cesar Uji Tawakal
cloud_download Baca offline
Pelek bekas Marc Marquez dijual.[supermoto8.com]
Pelek bekas Marc Marquez dijual.[supermoto8.com]

Mobimoto.com - Livio Suppo, mantan manajer tim pabrikan Ducati dan Honda belakangan ini mengungkap fakta tersembunyi di balik gemerlapnya performa Marc Marquez.

Dilansir dari Moto.It, Suppo menjelaskan rencana tersembunyi Honda sejak era Casey Stoner.

Mulanya ia berencana untuk menduetkan pembalap Australia ini dengan Marc Marquez. Namun ternyata Stoner justru hengkang terlalu dini dan membuat rencana Honda berantakan.

"Dia membuat rencana Honda berantakan. Tahun 2011, kami sudah megamankan tanda tangan Marquez. Kami ingin menduetkan Stoner denga Marquez. Tahun 2012 Nakamoto memberi Stoner tawaran menggiurkan namun ia malah pensiun." tutur Suppo.

Dengan hengkangnya Stoner, praktis Marquez menjadi ujung tombak dari Honda. Ia pun menjelma menjadi pembalap top yang mana hal tersebut membuatnya harus bergesekan dengan Valentino Rossi yang tengah mengejar gelar ke 10 di tahun 2015.

Valentino Rossi saat melakukan aksi di MotoGP Prancis (MotoGP)
Valentino Rossi saat melakukan aksi di MotoGP Prancis (MotoGP)

"Ini terjadi ketika dua pembalap 'alfa' bertemu. Juara dunia baru dan singa tua. Phillip Island 2015 adalah balapan spektakuler, Honda di sana selalu mengadakan pesta. Valentino Rossi datang, dia dan Marquez sempat berbincang." kata manajer yang pernah menjadi bos dari Casey Stoner tersebut.

Livio rupanya juga sempat ingin mengendurkan persaingan di mana saat itu terjadi pada Lorenzo vs Rossi. Dengan duel yang kurang berpengaruh bagi Honda, ia menyarankan agar tim mereka tak ikut campur.

"Lalu di Valencia, tensi kompetisi amatlah panas. Itu adalah salah satu periode terburuk dalam dunia balap. Saya ingin dua pembalap kami tampil santai di awal balapan namun tampil menekan di pertengahan balapan, namun Nakamoto (bos Honda,- red) tak setuju. Akhirnya yang terjadi seperti yang anda lihat, pada akhirnya Marc juga manusia." tuturnya.

Terkait

Terkini