Rabu, 08 Juli 2020

Disebut Diuntungkan Karena Jadwal MotoGP Ditunda, Bos Honda Buka Suara

Ternyata sebelum balapan mulai sudah mulai panas yak

Angga Roni Priambodo | Gagah Radhitya Widiaseno
cloud_download Baca offline
Geberan Marquez saat nonton Liga Jerman. (Instagram/@hrc_motogp)
Geberan Marquez saat nonton Liga Jerman. (Instagram/@hrc_motogp)

Mobimoto.com - Efek Corona berdampak buruk pada jadwal MotoGP musim 2020 ini. Beberapa seri MotoGP sudah banyak mengalami perubahan jadwal hingga detik ini.

Penundaan jadwal MotoGP ini membuat salah satu pabrikan, Ducati menyebut Honda sangat diuntungkan. Hal ini dikarenakan Honda mengalami banyak masalah ketika tes pramusim dilakukan.

Masalah pertama yakni cedera pembalap andalan Honda, Marc Marquez. Masalah kedua yakni pengembangan motor yang menurut Honda salah jalan.

Diundurnya balapan membuat Ducati geram karena Honda punya kesempatan banyak memperbaiki semuanya.

Alex Marquez saat jalani tes MotoGP Qatar (Twitter/alexmarquez73)
Alex Marquez saat jalani tes MotoGP Qatar (Twitter/alexmarquez73)

Mendengar sindiran Ducati, lagi-lagi bos Repsol Honda, Alberto Puig, merasa geram. Ia merasa tak terima Honda mengambil untung dari ditundanya balapan ini.

"Jika seseorang curang di 2020, itu bukan Honda," ungkap Puig dilansir dari Corsedimoto.com.

"Seperti biasanya, kami yang pertama menunjukkan yang kami punya. Itu berlawanan dengan banyak orang bilang. Bagaimana bisa kami untung? Di Qatar kami satu-satunya yang siap dengan mesin barunya. Satu-satunya, dimana yang lain tidak ada," tegas Puig.

Di Qatar, diketahui memang Honda jadi tim yang sudah mempersiapkan mesin yang akan dihomologasi oleh direktur teknis MotoGP, sementara pabrikan lain tidak ada.

"Honda tidak pernah berniat mengganti apapun, karena pertama-tama mesin itu tidak dibuat selama 5 menit," lanjut Puig.

"Ada orang berpikir kejuaraan ditunda lalu kami membuat mesin baru. Orang-orang itu tidak punya banyak informasi, dan di atas semuanya, mereka sebenarnya tidak tahu banyak," jelasnya.

Terkait

Terkini