Rabu, 30 September 2020

F1 Australia Batal, Pirelli Terpaksa Musnahkan 1.800 Ban, ini Sebabnya

Pirelli musnahkan 1.800 ban akibat batalnya Formula 1 di beberapa seri

Angga Roni Priambodo | Hikmawan Muhamad Firdaus
cloud_download Baca offline
Pirelli musnahkan 1.800 ban akibat batalnya F1 akibat virus corona.[carthrottle.com]
Pirelli musnahkan 1.800 ban akibat batalnya F1 akibat virus corona.[carthrottle.com]

Mobimoto.com - Akibat penyebaran virus corona, Formula 1 seri Australia 2020 dibatalkan. Hal tersebut dikarenakan untuk membatasi penyebaran virus tersebut.

Selain berdampak pada tim-tim yang gagal berlaga pada seri pembuka Formula 1, juga pada vendor yang mendukung ajang balap tersebut.

Salah satu yang kena getahnya adalah Pirelli sebagai pabrikan penyedia ban resmi pada F1.

Dilansir dari autosport.com, Pirelli terpaksa memusnahkan sekitar 1.800 ban untuk Formula 1 ini. Ban tersebut rencananya akan digunakan pada F1 Australia, F1 Bahrain dan F1 Vietnam.

Ban tersebut harus dimusnahkan dikarenakan performa yang sudah menurun akibat proses pelepasan dari pelek.

Pirelli musnahkan 1.800 ban akibat batalnya F1 akibat virus corona.[autosport.com]
Pirelli musnahkan 1.800 ban akibat batalnya F1 akibat virus corona.[autosport.com]

"Ketika melepas ban dari pelek akan ada tekanan pada kawat ban, jelas kita tidak percaya diri untuk memasang kembali ban tersebut. Jadi, kita tidak ingin mengambil risiko apa pun," ujar bos Pirelli Motorsport, Mario Isola dikutip dari autosport.com.

"Di masa depan, mengingat bahwa kami pemasok tunggal dan desain standar untuk pelek, kami akan mencoba bekerja sama untuk menemukan cara memasang dan melepas ban sehingga bisa digunakan kembali. Tetapi kami perlu memastikan bahwa kita tidak mengambil risiko apa pun," tambahnya.

Pemusnahan ban ini dilakukan dengan cara dibakar dengan suhu yang sangat tinggi. Dilakukan pada sebuah pabrik semen di Oxfordshire, Inggris didaur ulang sebagai bahan bakar.

"Kami membakar mereka pada suhu tinggi, dan kami menciptakan energi, tetapi bukan polusi," tutupnya.

Terkait

Terkini