Rabu, 23 September 2020

Bikin Kepo, Ini Perubahan Signifikan MotoGP di Dekade Terakhir

Imbasnya, kompetisi berjalan semakin ketat seperti saat ini.

Galih Priatmojo | Cesar Uji Tawakal
cloud_download Baca offline
Para pembalap yang melakukan tes di MotoGP Qatar(the-race.com)
Para pembalap yang melakukan tes di MotoGP Qatar(the-race.com)

Mobimoto.com - Saat ini, kompetisi balap motor paling bergengsi seplanet, MotoGP telah mengalami banyak perubahan jika dibandingkan sebelum tahun 2010.

Sedikit-banyak, perubahan-perubahan tersebut membawa efek yang membuat para pembalap kian kompetitif an kompetisi kian ketat.

Jika dirunut, apa saja sih perubahannya? Dirangkum dari situs resmi MotoGP, ini ubahan kompetisi tersebut mulai dekade lalu.

1. Format Baru

Franco Morbidelli dan Fabio Quartararo dipinang Yamaha SIC Racing. (paultan.org)
Franco Morbidelli dan Fabio Quartararo dipinang Yamaha SIC Racing. (paultan.org)

Pada tahun 2009, Moto2 mulai beralih dari menggunakan mesin 250cc menjadi 600cc.

Hal ini diterapkan dengan harapan para pembalap Moto2 tak terlalu kesulitan untuk beradaptasi jika mereka promosi ke MotoGP.

Tak cuma itu, dua tahun selanjutnya, hal serupa juga terjadi di Moto3 di mana mereka mulanya menggunakan motor 125cc menjadi 250cc. Pada saat inilah Maverick Vinales memenangi balapan pertamanya.

2. Kontestan Baru

Scott Redding Terjatuh dengan Motornya, Aprilia RS-GP. (Instagram/@reddingpower)
Scott Redding Terjatuh dengan Motornya, Aprilia RS-GP. (Instagram/@reddingpower)

Tahun 2011, Suzuki sempat hengkang dari MotoGP namun mereka kembali tahun 2015. Tak butuh waktu lama, mereka pun berhasil mencetak empat podium di musim comebacknya.

Tak cuma Suzuki, pada tahun 2015, Aprilia juga bergabung dengan MotoGP. Walaupun demikian mereka kesulitan, hingga pada akhirnya tahun 2020 mereka memeperkenalkan mesin baru yang terihat menjanjikan.

Lalu, pabrikan asal Austria, KTM akhirnya juga bergabung di tahun 2017 dengan tanpa pengalaman. Walaupun demikian, mereka berhasil konsisten di papan tengah, sementara pencapaian terbaik mereka terjadi di tahun 2018 di mana mereka berhasil mendapat podium pertama mereka di GP Valencia.

3. Tim Satelit Makin Bertaji

Cal Crutchlow saat GP Spanyol. (motogp.com)
Cal Crutchlow saat GP Spanyol. (motogp.com)

Pada tahun 2012, terdapat kelas CRT (Claiming Rule Team) di kelas MotoGP di mana kelas tersebut terdiri dari tim kecil yang mendapat beberapa keistimewaan dibanding tim besar. Termasuk penggunaan 12 mesin, bukannya 6 mesin, serta kapasitas bahan bakar yang lebih banyak 3 liter dari tim utama yang punya jatah 21 liter.

Kelas tersebut diganti dengan sebutan Open Class tahun 2014, dengan keistimewaan yang berubah. Mulai deri ECU seragam, jumlah alokasi mesin serta ban khusus. Jatah Open Class juga diberikan pada tim besar yang minim kemenangan, seperti Ducati misalnya.

Dua tahun setelahnya, MotoGP mulai menggunakan ECU seragam untuk semua tim, namun keistimewaan tetap diberikan pada tim baru dan mereka yang lama tak mendapat podium. Aprilia dan KTM mendapat jatah ini. Mereka pun mendapat jatah untuk mengupdate mesin pada pertengahan musim.

Imbasnya, saat ini mulai banyak tim-tim non pabrikan yang mulai menunjukkan tajinya. Hasilnya ada nama non mainstream seperti Cal Crutchlow, Jack Miller, Fabio Quartararo dan masih banyak lagi pembalap non pabrikan yang kerap ikut tempur di barisan depan.

Terkait

Terkini