Kamis, 01 Oktober 2020

Mengenal Anti Wheelie dan Kontrol Traksi MotoGP, Pembalap Makin Dimanja?

Tentu saja teknologi ini juga banyak ditemui pada kendaraan yang dijual secara bebas.

Angga Roni Priambodo | Cesar Uji Tawakal
cloud_download Baca offline
Andrea Dovizioso Terjatuh di MotoGP Inggris. (Instagram/yukialenta)
Andrea Dovizioso Terjatuh di MotoGP Inggris. (Instagram/yukialenta)

Mobimoto.com - Pada kompetisi MotoGPseperti yang sering tersaji beberapa tahun ini, para pembalap disuguhi dengan sederet teknologi yang membuat mereka dimanjakan.

Dua teknologi di antaranya adalah anti-wheelie dan juga kontrol traksi (traction control). Berbeda dengan era balapan lawas di mana motor masih cukup liar, pada era belakangan ini teknologi tersebut cukup mudah ditemui.

Tak cuma itu, dengan imbas yang signifikan pada performa pembalap, kedua teknologi inipun diturunkan ke banyak motor-motor yang dijual untuk umum.

Namun seperti apa cara kerja keduanya? Mengapa perannya begitu signifikan?

Dilansir dari Crash, Direktur Teknologi MotoGP Corrado Cecchinelli berujar bahwa keduanya memiliki fungsi yang mirip, yakni membuat ledakan tenaga motor balap lebih terkontrol.

Marquez, Rins dan pembalap lainnya saat di MotoGP Jerez. (Twitter/@MotoGP)
Marquez, Rins dan pembalap lainnya saat di MotoGP Jerez. (Twitter/@MotoGP)

"Pertama, ada campuran perilaku yang dapat dilakukan oleh sepeda motor, beberapa kita sebut 'cepat', yang lain kita sebut 'lambat'." ucar Cecchinelli mengawali penjelasannya.

"Jika roda berputar lalu kehilangan traksi, maka itu fenomena 'cepat'. Begitu juga dengan sebaliknya." imbuhnya.

Baik perangkat kontrol traksi dan juga anti wheelie bekerja dengan cara yang cukup mirip, yakni sedikit mereduksi tenaga yang timbul dari mesin.

Secara simpel, keduanya bekerja dengan cara sejenak melambatkan pembakaran pada mesin.

Namun bedanya, pada kontrol traksi, perangkat mulai bekerja jika ban mulai selip atau spinning, sementara pada anti wheelie, mesin sejenak dimatikan saat ban depan terangkat.

"Ada beberapa cara, yakni dengan memperlambat pengapian, jadi mesin lebih lembut namun kurang bertenaga. Ada juga yang mematikan pengapian, ada juga menutup gas. Yang terakhir paling tidak efisien." terangnya.

Terkait

Terkini