Selasa, 19 November 2019

Rawan Tergusur, Satu-satunya Peluang Ducati untuk Angkat Trofi Nyaris Sirna

Cuma selisih satu poin, Ducati harus ekstra waspada.

Angga Roni Priambodo | Cesar Uji Tawakal
Andrea Dovizioso dan Marc Marquez di MotoGP Austria. (Instagram/marcmarquez93)
Andrea Dovizioso dan Marc Marquez di MotoGP Austria. (Instagram/marcmarquez93)

Mobimoto.com - Musim ini, tim pabrikan Ducati sempat berpeluang untuk mengamankan satu-satunya gelar yang tersisa bagi mereka, yakni gelar juara tim.

Namun harapan tim tersebut untuk angkat trofi bakal terancam, hal ini dikarenakan saat balapan di MotoGP Australia pada hari Minggu yang lalu (28/10/2019), salah satu pembalap mereka Danilo Petrucci gagal finis lantaran terjatuh di awal balapan.

Ditambah dengan Andrea Dovizioso yang 'hanya' finis di urutan 7, membuat poin mereka di klasemen terancam.

Di tabel klasemen, saat ini mereka telah mengoleksi 409 poin, hanya unggul satu poin dari rival berat mereka, tim Repsol Honda.

Ditambah dengan kedigdayaan Marc Marquez di beberapa balapan terakhir, membuat mereka ketar-ketir.

Pebalap Ducati, Danilo Petrucci, jadi yang tercepat pada hari terakhir tes pramusim MotoGP 2019 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Jumat (8/2). [AFP/Mohd Rasfan]
Pebalap Ducati, Danilo Petrucci, jadi yang tercepat pada hari terakhir tes pramusim MotoGP 2019 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Jumat (8/2). [AFP/Mohd Rasfan]

Hal ini dikarenakan MotoGP masih menyisakan dua balapan, di mana terdapat maksimal 90 poin yang bisa diperebutkan.

90 poin tersebut berasal dari potensi dari dua pembalap tiap tim, jika mereka berhasil mengunci posisi 1 & 2 pada dua balapan yang tersisa.

Jika Marquez Marquez bisa juara di dua balapan terakhir, maka Ducati setidaknya harus bisa menempatkan dua pembalap mereka di posisi 2 dan tiga hingga akhir musim.

Mampukah Ducati mempertahankan satu-satunya harapan mereka untuk meraih gelar?

Terkait

Terkini