Minggu, 20 Oktober 2019

Yamaha Akhirnya Kabulkan Permintaan Rossi yang Tertunda 2,5 Tahun

Selama musim 2019, raihan terbaik Rossi hanyalah dua kali naik podium kedua.

Angga Roni Priambodo
Valentino Rossi. (Instagram/@valeyellow46,@camilss)
Valentino Rossi. (Instagram/@valeyellow46,@camilss)

Mobimoto.com - Pebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi mengungkapkan bahwa timnya mulai berbenah. Salah satunya dengan mengabulkan permintaaannya yang tertunda selama hampir dua setengah tahun.

Seperti diketahui, performa rider gaek asal Italia itu tak konsisten musim ini.

Dari 12 seri MotoGP 2019 yang telah berlangsung, raihan terbaik Rossi hanyalah dua kali naik podium kedua: MotoGP Argentina dan MotoGP Amerika Serikat.

Selebihnya, pebalap berjuluk The Doctor itu kerap kesulitan tampil konsisten.

Salah satu faktornya disinyalir lantaran lambatnya upgrade yang dilakukan Yamaha pada motor YZR-M1.

"Yamaha mulai bekerja pada hal-hal cerdas, yakni akselerasi, elektronik (ECU), demi mengelola ban belakang lebih baik," ungkap Rossi dilansir Motorsport, Kamis (29/8/2019).

"Ini semua hal yang saya minta selama dua setengah tahun. Tapi saya belum pernah memiliki jawaban hingga beberapa bulan terakhir ini," sambungnya.

Pebalap Monster Energy Yamaha Valentino Rossi memacu motornya pada balapan MotoGP Austria 2019 di Sirkuit Red Bull Ring, Minggu (11/8). [AFP/Vladimir Simicek]
Pebalap Monster Energy Yamaha Valentino Rossi memacu motornya pada balapan MotoGP Austria 2019 di Sirkuit Red Bull Ring, Minggu (11/8). [AFP/Vladimir Simicek]

Lebih jauh, Yamaha disebut-sebut bakal mengunji perangkat baru salah satunya adalah penggunaan carbon fiber swingarm alias swingarm berbahan serat karbon.

Penarapan teknologi itu diharapkan bisa mengurangi ataupun menyelesaikan masalah Yamaha yang dalam beberapa tahun terakhir kesulitan menjaga kondisi ban hingga akhir balapan.

"Saya bertanya berkali-kali (soal itu). Saya pikir dan saya harap swingarm karbon dapat membantu kami," tuturnya.

"Jadi saya berharap Yamaha bisa membawanya sesegera mungkin," pungkas Valentino Rossi.

Suara.com/Arief Apriadi.

Terkait

Terkini