Senin, 27 Mei 2019

MotoGP: Tak Asal Iri, Ini Alasan Logis Suzuki Ikut Gugat Ducati

Empat tim pabrikan menggugat Ducati, ternyata nggak sekadar iri.

Angga Roni Priambodo | Cesar Uji Tawakal
Alex Rins (Instagram/@alexrins)
Alex Rins (Instagram/@alexrins)

Mobimoto.com - Rivalitas antar tim pabrikan MotoGP memang panas, tapi tak pernah sepanas ini dalam beberapa tahun terakhir. Bukan tanpa sebab, pasalnya pengembangan motor yang mulai out of the box membuat mereka saling mengawasi antar satu tim dengan yang lainnya.

Tim pabrikan Ducati, setelah menjadi pionir dalam pengembangan winglet, kini tim merah asal Italia tersebut lagi-lagi mengeluarkan inovasi yang out of the box. Kali ini Ducati memasang 'alat' pendingin ban yang membuat tim pabrikan lainnya iri, bahkan sampai nekat menggugat kemenangan Ducati di seri perdana yang diraih oleh Andrea Dovizioso. Kemenangan tersebut berusaha dianulir oleh empat tim pabrikan.

Salah satunya adalah tim Suzuki. Sempat tampil memukau pada awal hingga jelang akhir balap, pembalap mereka yang bernama Alex Rins sempat tebar ancaman dengan berduel dengan pembalap di barisan depan hingga akhirnya mereka hanya berhasil meraih posisi keempat.

Danilo Petrucci dan Andrea Dovizioso. (Instagram/@petrux9)
Danilo Petrucci dan Andrea Dovizioso. (Instagram/@petrux9)

Suzuki pun menyoroti kemenangan Ducati, menuding bahwa perangkat aerodinamika yang dipasang di bawah swing arm 3 motor balap mereka menjadi faktor penentu. Adanya piranti tersebut juga dianggap menyalahi kesepakatan yang telah disetujui semua tim pabrikan.

''Ducati melengkapi tiga motor balap mereka dengan perangkat baru dan kami mengajukan protes. Hal ini diperlukan untuk mengklarifikasi semuanya selamanya.'' ujar Davide Brivio, bos tim Ecstar Suzuki dikutip dari Crash (14/3).

''Sekarang kami menanti kejelasan dari FIM. Tahun lalu semua tim pabrikan menyetujui aturan mengenai aerodinamika dan kami sepakat untuk membatasi ongkos pengembangan untuk aerodinamika. Dengan protes kami menanti kejelasan mengenai perangkat tersebut.'' pungkas Brivio.

Terkait

Terkini